DPR Setujui Impor KRL Bekas Kembali Dilakukan

REDigest.web.id, 23/9 – DPR setujui usulan KAI untuk kembali melakukan impor KRL bekas dari Jepang. Usulan tersebut disampaikan Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu (23/9).
Dalam RDP, Bobby menyampaikan kebutuhan sarana KRL yang akan dioperasikan. Hingga tahun 2040, KAI membutuhkan sebanyak 260 trainset KRL untuk dioperasikan.
Tak hanya untuk Jabodetabek, kebutuhan sarana KRL tersebut termasuk untuk proyek elektrifikasi lainnya seperti Bandung Raya, SSRL Surabaya, dan Jateng Raya.
Dalam persentasinya, KAI mengusulkan impor KRL bekas sebagai solusi sementara untuk menutup kekurangan sarana selama produksi sarana KRL CLI-225 dikerjakan oleh INKA. Hal ini dilakukan agar kapasitas angkut tidak berkurang yang berdampak pada layanan penumpang.
Meski mengusulkan impor KRL bekas, di saat yang bersamaan KAI tetap memprioritaskan pembelian KRL buatan INKA. Yang menarik KAI tidak merekomendasikan impor KRL baru karena akan menggeser posisi INKA sebagai produsen utama.
Di akhir sidang, DPR menyetujui usulan KAI untuk kembali melakukan impor KRL bekas. Dalam kesimpulan yang disampaikan, DPR menyetujui impor bekas sebagai solusi sementara guna memenuhi kapasitas angkut terutama di Jabodetabek.
Meski demikian, DPR tetap mendorong KAI untuk memperkuat sinergi bersama INKA dalam produksi sarana kereta.(RED/BTS)
