Kehabisan Roda, KA Bandara Bangkok Beroperasi Terbatas

REDigest.web.id, 9/9 – Berita ini bisa dibilang merupakan gambaran bencana operasional akibat gagalnya sistem logistik. State Railway of Thailand membatalkan sebagian besar layanan KA Bangkok Airport Rail Link (ARL).
Dikutip dari Dailynews, dibatalkannya sebagian perjalanan ARLÂ akibat habisnya keping roda yang seharusnya digunakan untuk perawatan sarana kereta.
Dari total 9 rangkaian KRL, hanya 5 rangkaian yang dapat beroperasi. Pihak SRT mengatakan layanan ARL akan kembali normal pada 1 Oktober 2026 mendatang. Saat ini pihak SRT tengah mengebut perawatan pada 2 set KRL yang ditargetkan akan rampung paling lambat pada 11 September mendatang.
Wakil Perdana Menteri Tailan yang juga menjabat sebagai Menteri Transportasi Phiphat Ratchakitprakarn mengatakan sudah melakukan pertemuan dengan Dirut SRT membahas terganggunya operasional ARL serta mencari solusi agar operasional ARL bisa kembali normal.
Phiphat juga mengatakan pihak SRT juga sudah melakukan pertemuan dengan Asia Era One Co. Ltd. yang memegang konsensi operator ARL. Terlebih kontrak operasional ARL akan berakhir pada 30 September 2026 mendatang.
SRT berencana akan mengalihkan operasional ARL kepada anak usahanya yakni SRT Electrified Train (SRTET). Guna mengurangi penumpukan penumpang, bus shuttle dan KA lokal tambahan dioperasikan sementara.
Layanan ARL kembali normal pada Jumat (9/9) kemarin. Dikutip dari fanpage Richard Barrows Thai Train Guide, layanan ARL kembali beroperasi dengan headway 10 menit sekali.
ARL merupakan layanan KA bandara yang menghubungkan Bandara Svarnabhumi dengan pusat Kota Bangkok.
Diketahui selama beroperasi layanan ARL mengalami kerugian hingga 30 juta Baht per bulan atau sekitar Rp16 miliar per bulan. Meskipun merugi, Pemerintah Tailan berencana untuk membangun kereta cepat penghubung tiga bandara yakni Don Mueang, Suvarnabhumi, dan U-Tapao (RED/BTS)
