Berita KAIndonesiaKAI CommuterKereta Api

KRL INKA Seri CLI-225 Sempat Alami Teething Problem, Ada Apa?

Ilustrasi: Rangkaian KRL Seri CLI-225 di Stasiun Cawang | Foto: RED/Gilang Fadhli Dharana

REDigest.web.id, 2/1 – Definisi “teething problem” atau gangguan barang baru sepertinya memang benar-benar menimpa KRL seri CLI-225. Pasalnya dalam beberapa hari lalu sempat beberapa kali di media sosial timbul pemberitahuan tukar rangkaian dari KRL CLI-225 ke KRL jenis lain di Depok.

Menurut informasi yang Tim REDaksi dapatkan dari percakapan WhatsApp, tidak jarang pertukaran rangkaian tersebut diduga karena masalah pintu. Bahkan sempat viral masalah pintu di Stasiun Manggarai pada Senin (29/12) di mana salah satu Tim REDaksi juga ikut mengalaminya. Dalam kejadian tersebut, pintu rangkaian trainset 1 KRL seri CLI-225 ini harus dibuka-tutup berkali-kali sehingga pemberangkatan dari Manggarai menjadi terlambat.

Sementara pada Rabu kemarin (31/12), dari 3 rangkaian INKA yang berdinas, dua di antaranya juga disinyalir mengalami gangguan. Bahkan viral trainset 3 yang mengalami gangguan cukup lama di Pondok Cina. Berdasarkan video yang viral di Instagram, disebutkan rangkaian tersebut mengalami gangguan pintu. Namun tampak lampu rangkaian juga redup, sehingga belum diketahui dugaan gangguan tersebut. Rangkaian tersebut pun kemudian terpaksa dipulangkan ke Depo Depok.

Dalam pernyataan ke Detik, KAI Commuter dalam menanggapi gangguan pintu di Senin (29/12) hanya berkomentar PT INKA sedang melakukan pendampingan teknis. Sedangkan belum ada komentar dari PT INKA terkait gangguan tersebut. Berdasarkan pantauan Tim REDaksi, pada Jumat (2/1) kemarin, ada 3 trainset yang berdinas dan semua tidak mengalami masalah berarti lagi.

Sebagai informasi, menurut Cambridge Encyclopedia teething problem adalah permasalahan yang menimpa barang baru di mana barang baru mengalami kerusakan atau masalah di awal operasionalnya. (RED/IHF)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses