Berita KAInternasionalKereta Api

Gantikan dr. Yellow, JR Central Perkenalkan dr. S

Shinkansen N700A
Ilustrasi Shinkansen seri N700 | Foto: Cheng-en-Cheng, Flickr, CC-BY-SA

REDigest.web.id, 18/4 – Akhir kisah dr. Yellow mendekati kenyataan. JR Central memperkenalkan rangkaian Shinkansen dr. S. Dikutip dari Japannews, identitas dr. S sendiri diperlihatkan sebagai pembeda dengan sarana Shinkansen biasa.

Dr. S menggunakan rangkaian Shinkansen N700 reguler. Secara fisik nyaris tak terlihat perbedaan dengan rangkaian N700 biasa. Namun terdapat penanda yang membedakannya dengan N700 lainnya.

Di pintu penumpang belakang kabin masinis terdapat tulisan “dr. S” dengan aksen emas. Sementara di akhir kereta depan terdapat tulisan “dr. S” di bawah tulisan “N700 Supreme.” Selain di kereta pertama dan terakhir, identitas dr. S juga dapat dilihat di kereta dengan nomor urut ganjil. Huruf “S” pada dr. S memiliki arti “smart” atau pintar dalam Bahasa Indonesia.

Identitas dr. S yang menjadi pembeda dengan Shinkansen N700 lainnya | rilis JR Central

Dr. S pada dasarnya adalah rangkaian Shinkansen N700 biasa yang dipasangi sensor dan peralatan inspeksi seperti kamera. Rangkaian dr. S nantinya akan menggantikan fungsi dr. Yellow untuk keperluan inspeksi.

Alih-alih menempatkan petugas inspeksi di dalam kereta, sensor dan kamera di dr. S nantinya akan mengirim data dan informasi ke pusat kendali untuk kemudian dievaluasi.

Pihak JR Central mengatakan dihentikannya operasional dr. Yellow dan menggantikannya dengan rangkaian Shinkansen biasa yang dipasang peralatan inspeksi agar inspeksi yang dilakukan bisa lebih efektif dan optimal.

Hal ini karena kereta beroperasi secara reguler sehingga hasil inspeksi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan. Uji coba dr. S akan dilakukan pada Oktober 2026 dan ditargetkan akan diimplementasikan pada Januari 2027. Sebagai informasi, JR Central sendiri telah memensiunkan Dr. Yellow pada 2025 silam, sedangkan JR West akan memensiunkan Dr. Yellow pada tahun 2027 mendatang. (RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses