Dencha, KRL yang Bisa Dicharge

sumber foto
Kendaraan bertenaga baterai litium saat ini sedang menjadi trend yang ramah lingkungan di sejumlah negara. Tidak adanya emisi CO2 serta kepraktisannya menyebabkan kendaraan yang menggunakan baterai Litium menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin mengurangi dampak pemanasan global yang saat ini sedang menjadi permasalahan di dunia. Mobil atau sepeda motor yang menggunakan baterai Litium dan bisa dicharge? Ahh itu sih biasa. Bagaimana dengan kereta api?
Hah kereta di charge? Ya, betul. Perkenalkan JR Kyushu seri 819 Dencha. Pada 29 Januari 2015, JR Kyushu merilis rancangan dari seri 819 Dencha. Nama “Dencha” mungkin terdengar sok imut, namun nama “Dencha” ini merupakan singkatan dari Dual Energy Charge Train atau kalau dalam Bahasa Indonesia artinya kereta dengan dua sumber tenaga yang bisa di charge.
KRL seri 819 Dencha ini merupakan bentuk pengembangan dari KRL seri 817 yang lebih dulu di rilis dan bisa dicharge juga. Cara kerjanya pun cukup unik. Kereta ini memiliki pantograph yang berfungsi untuk mengambil listrik dari LAA. Nah fungsi pantograph ini selain sebagai sumber tenaga bagi mesin, juga untuk mencharge baterai Li-Ion yang berfungsi sebagai sumber tenaga bagi mesin di jalur yang tak punya LAA.
prinsip kerja KRL seri 819 Dencha
sumber foto
Beda dengan KRL kebanyakan yang menggunakan listrik DC atau arus searah, KRL 819 Dencha ini menggunakan listrik AC atau dua arah arus yang di nilai lebih hemat dan ramah lingkungan ketimbang listrik DC.
Tak hanya sumber tenaganya saja yang di rancang untuk ramah lingkungan. Konstruksi kereta ini menggunakan Alumunium Alloy yang mudah di daur ulang. Penerangan dalam ruangannya pun menggunakan lampu LED yang dipercaya lebih hemat listrik.
Desain interior dari KRL seri 819 Dencha
sumber foto

Rencananya, KRL ini akan beroperasi di Lintas Wakamatsu Line di JR Kyushu. Uji coba KRL ini akan dilaksanakan pada April 2016 dan resmi beroperasi untuk umum pada musim gugur 2016. Direncanakan, akan ada 6 set kereta yang diproduksi dengan masing-masing set terdiri atas 2 kereta.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×