Kaligangsa Banjir, Perjalanan Lintas Pantura Terhambat

Jalur yang terendam air luapan Kaligangsa, Tegal | picture by: Fakrurozi Iksan via Berita Tegal

[12/2]. Sepertinya musim hujan kali ini menjadi musim hujan terberat bagi kereta api di Pulau Jawa. Setelah longsor di Jalur Bogor – Sukabumi dan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta, hujan deras yang mengguyur wilayah Tegal dan sekitarnya mengakibatkan Sungai Pemali meluap. Luapan air dari Sungai Pemali mengakibatkan jalur Lintas Pantura di petak antara Tegal dan Brebes. Air merendam jalur di kedua arah baik yang menuju barat maupun timur. Ketinggian air bahkan sampai merendam rel.
Air juga menggerus lapisan balas yang berada di bawah bantalan rel. Akibatnya jalur tidak bisa dilewati kereta. Sebelumnya jalur masih bisa dilintasi oleh KA Kaligung arah Semarang dengan kecepatan 5 km/jam. Namun karena ketinggian air semakin meninggi dan dianggap terlalu berbahaya bagi lokomotif melintas, akhirnya jalur dipasangi semboyan 3 yang memberitahukan kalau kereta tak dapat melintas.
Jalur rel yang balasnya tergerus air | picture by: Srundeng Van Goh

Kereta yang terlanjur diberangkatkan di Lintas Pantura tertahan di sejumlah stasiun. KA yang tertahan diantaranya adalah KA 14 Argo Muria, KA 98 Ciremai, ka 149 Menoreh, KA 402 dan KA 407 Kaligung, KA 2721 kurs angkutan semen, KA 2508 angkutan petikemas, dan KLB angkutan rel. Sejumlah perjalanan KA di Lintas Pantura terpaksa dialihkan lewat jalur Tegal – Slawi – Prupuk – Cirebon karena jalur utama tidak bisa dilewati.

Tak hanya merendam jalur, banjir juga merendam sejumlah pemukiman di wilayah Brebes dan Tegal Barat. Wilayah yang terendam di antaranya adalah Pesurugan Lor, Krandon, Margadana, dan Kaligangsa. Banjir merendam hingga ketinggian 1,5 meter. Dalam banjir ini, 2 orang tewas akibat terperosok dan tersedot arus bawah Sungai Pemali.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×