Ratusan Penumpang Terjebak Badai Salju di Inggris

Seorang pria yang tidur di rak bagasi saat terjebak badai salju | Telegraph

[3/3]. Hawa dingin ekstrim yang menyelimuti Benua Biru menyebabkan sejumlah negara didera badai salju termasuk Inggris. Badai salju yang mendera Negeri Ratu Elizabeth ini menyebabkan operasional kereta komuter di London pada Jumat kemarin. Jalir yang tertimbun salju menyebabkan kereta tidak dapat melintas.
Beberapa perjalanan kereta bahkan terhenti di tengah jalan. Akibatnya penumpang yang berada di dalam kereta turut terjebak. Awalnya kereta berangkat dari Weymouth, Dorset dengan normal pada pukul 17.00 waktu Inggris. Ketika kereta mendekati Christchurch, perjalanan kereta mulai terhenti.
Listrik di kereta mati dan kondisi kereta gelap karena pada saat itu mendekati waktu malam. Penumpang yang terjebak merasa sangat tersiksa di dalam kereta. Bagaimana tidak, di suhu -4 derajat Celcius tidak ada penghangat ruangan karena listrik kereta mati. Penumpang berusaha menghangatkan diri dengan menyelimuti dirinya dengan aluminium foil.
Penumpang yang menyelimuti diri dengan aluminium foil agar tetap hangat | Telegraph
Penumpang pun kekurangan suplai makanan dan air karena ini adalah kereta komuter. Toilet kereta tidak dapat digunakan karena septic tank dan air toilet membeku. Bahkan sejumlah penumpang menyebutnya sebagai “malam neraka” saking tersiksanya. Mereka tidak sendirian, ada 3 perjalanan kereta di belakangnya yang juga ikut terjebak. 
Kereta terjebak selama 15 jam lamanya. Sejumlah penumpang berusaha meminta pertolongan menggunakan telepon genggam milik mereka untuk menghubungi polisi ataupun keluarga mereka.
Pertolongan pun akhirnya datang pada hari Jumat pukul 8 pagi waktu Inggris. Satu lokomotif diesel diturunkan untuk menarik rangkaian yang terhenti karena salju. Penumpang kemudian dibawa ke Stasiun Burnemouth untuk mendapatkan perawatan. Penumpang diberikan teh dan kopi hangat serta selimut agar tidak kedinginan. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini. Pihak perusahaan kereta api memohon maaf yang sebesar-besarnya akibat kejadian ini.
RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: