Tiga Kali Gangguan, Pemerintah Akan Evaluasi Operasional LRT Palembang

Penumpang yang dievakuasi lewat walkway saat rangkaian LRV Palembang trouble di Jakabaring | Kompas
[14/8]. Setelah tiga kali mengalami gangguan hanya dalam kurun waktu kurang dari seminggu, pemerintah akan mengevaluasi operasional LRT Palembang. Evaluasi ini dilakukan agar bisa ditemukan sumber masalah dari troublenya rangkaian LRV serta dicarikan solusinya. Hal tersebut disampaikan melalui akun Instagram lrt_sumsel.
Penyelidikan secara mendalam juga akan dilakukan oleh pihak LRT Palembang bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Seperti yang kita ketahui dalam seminggu terakhir sudah terjadi tiga gangguan dalam operasional LRT Palembang.
Dilansir dari Kompas, gangguan pertama terjadi pada Rabu (1/8). Gangguan yang terjadi adalah gangguan sensor pintu pada rangkaian kereta yang mengakibatkan sistem darurat menyala dan menghentikan kereta. Gangguan kedua adalah gangguan sinyal yang mengakibatkan perjalanan LRT tertahan selama 100 menit. Beruntung gangguan berhasil diatasi oleh teknisi LEN.
Yang terakhir terjadi pada Minggu kemarin. Rangkaian LRV trouble di petak antara Stasiun Polresta dan Stasiun Jakabaring. Diduga penyebab gangguan adalah kabel CCD yang lepas hingga mengakibatkan terjadinya konsleting. Akibat peristiwa ini penumpang terpaksa dievakuasi lewat walkway yang berada di samping jalur.

RE Digest | Bayu Tri Sulistyo

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

×