153 Tahun Lalu, Jalur Kereta Api Pertama di Indonesia Beroperasi

Stasiun Tanggung, stasiun tertua di Indonesia yang masih beroperasi
Stasiun Tanggung, stasiun tertua di Indonesia yang masih beroperasi | Foto: Heritage KAI

[12/8] 10 Agustus 153 tahun yang lalu, momen bersejarah terjadi di dunia kereta api Indonesia. Pasalnya pada hari yang sama tahun 1867, jalur kereta api pertama di Indonesia resmi dioperasikan. Jalur kereta api pertama di Indonesia ini dibangun di era pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Baron Sloet van de Beele pada 17 Juni 1864.

Jalur kereta api sepanjang 25 km ini menghubungkan antara Stasiun Samarang dengan Stasiun Tangoeng (sekarang Stasiun Tanggung) di Grobogan, Jawa Tengah. Pembangunan jalur kereta api ini dilaksanakan oleh perusahaan kereta api Nederlands-Indische Spoorweg Mastchappij (NIS/NISM) yang berbasis di Semarang.

Dilansir dari Kompas, pada saat itu kereta api dioperasikan sebanyak dua kali sehari, yaitu pagi dan sore dengan waktu tempuh 1 jam. Kereta api berangkat dari Semarang pagi hari pada pukul 07.00 dan tiba di Tanggung pada pukul 08.00. Sedang pada sore hari kereta api berangkat pada pukul 16.00 dan tiba di Semarang pada pukul 17.00.

Harga tiket yang ditetapkan pada saat itu bervariasi dari 0,45 Gulden, 1,5 Gulden, hingga 3 Gulden. Perbedaan harga ini tergantung dari kelas perjalanan. Selain pengangkutan penumpang, moda transportasi kereta api ini digunakan untuk mengangkut barang seperti hasil bumi, pedati, gerobak, ataupun ternak.

Selanjutnya pada tahun 1870 dibuka jalur ke Surakarta (Solo), dan pada 1873 selesai diteruskan ke Yogyakarta. Di tahun yang sama, jalur kereta api Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor) juga telah selesai dibangun. Pada tahun 1875, didirikan perusahaan KA negara Staatsspoorwegen (SS). Hal ini dilakukan karena kesulitan finansial dalam membangun jalur kereta api sehingga pemerintah harus turun tangan. Jalur pertama yang dibangun SS adalah jalur antara Surabaya-Pasuruan yang diresmikan pada tahun 1878.

Sementara di Sumatera jalur kereta api pertama dibuka pada tahun 1883 dari Medan ke Labuan sepanjang 23 km oleh perusahaan Deli Spoorweg Mastchappij. Selanjutnya pada tahun 1891 dibuka jalur dari Pulu Aer ke Stasiun Padang Panjang sepanjang 17 km oleh divisi SS di Sumatera Barat, yaitu Staatsspoorwegen ter Sumatra’s Westkust (SSS). Jalur di Sumatera Barat ini digunakan untuk distribusi kopi dan hasil tambang.

Pada tahun 1867, panjang rel kereta api di Indonesia hanya 25 km. Namun pada tahun 1900 panjang rel kereta api sudah mencapai 3.338 km. Dari pembangunan-pembangunan pertama inilah sejarah panjang kereta api di Indonesia selama 153 tahun dimulai hingga kini. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×