KAI Uji Coba Kereta Eksekutif dengan Sambungan Tertutup

kereta eksekutif sambungan tertutup
Rangkaian KLB uji coba kereta eksekutif yang telah dimodifikasi melintas Stasiun Padalarang menuju Bandung. Modifikasi dilakukan pada sambungan kereta dengan menggantinya menjadi sambungan tertutup yang lazim disebut “harmonika” atau “akordeon”. | Foto: Septian Alfiansyah

REDigest.web.id, 25/8 – PT Kereta Api Indonesia (KAI, Persero) mengujicobakan tiga unit kereta eksekutif dengan sambungan yang dimodifikasi, Kamis (25/8). KAI mengujicobakan kereta ini pada rute Manggarai-Bandung (PP). KAI memodifikasi tiga unit kereta eksekutif ini dengan sambungan tertutup yang lazim disebut sambungan “harmonika” atau “akordeon”.

Tiga unit kereta eksekutif tersebut adalah K1 0 66 27, K1 0 82 06, K1 0 86 18 milik depo kereta Jakarta Kota. Sebelumnya ketiga unit kereta eksekutif ini menyandang status konservasi sementara selama pandemi COVID-19. Selain ketiga kereta eksekutif tersebut, turut pula kereta makan dan pembangkit MP3 0 16 04, juga milik depo kereta Jakarta Kota, dalam rangkaian uji coba ini untuk uji coba pembebanan generator pembangkit.

Dihela lokomotif CC2039805 milik depo lokomotif Cipinang, rangkaian uji coba berangkat dari Manggarai pukul 9 pagi menuju Bandung. Rangkaian uji coba kembali menuju Manggarai pukul 1 siang.

Sambungan tertutup “harmonika” atau “akordeon” di tengah-tengah antara dua kereta eksekutif | Foto: Septian Alfiansyah

Sambungan tertutup hanya digunakan pada bagian tengah rangkaian kereta eksekutif. Kedua ujung rangkaian kereta eksekutif masih menggunakan sambungan karet konvensional. Pun begitu dengan kedua ujung kereta makan dan pembangkit.

Sambungan tertutup pada sarana kereta penumpang bukanlah hal baru di Indonesia. Sebelumnya di era 1950-an hingga 1970-an, sambungan ini lazim ditemui tidak hanya pada kereta eksekutif, namun juga pada kereta kelas lainnya. Namun sambungan tertutup perlahan menghilang dengan alasan simplifikasi perawatan. Sambungan tertutup muncul lagi di tahun 2000, namun lewat kedatangan KRL eks Toei seri 6000 dari Jepang. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×