Seorang Pria Ditangkap Polisi Karena Setel Suara Film Dewasa di Toilet Stasiun Harajuku

Stasiun Harajuku | 江戸村のとくぞう via Wikimedia

[18/8] Ada kalanya kita tidak pernah bisa memahami perbuatan iseng seseorang. Seorang pria ditahan polisi karena menyetel suara yang berasal dari video dewasa di toilet Stasiun Harajuku pada Senin (17/8) kemarin.

Pria berusia 26 tahun ini menyetel suara dari video dewasa di dalam toilet multiguna yang biasa digunakan oleh penyandang disabilitas. Seperti dilansir dari Japantimes, ia memutar suara tersebut dengan kencang menggunakan speaker selama 5 menit non stop.

Ia tidak bekerja sendirian. Pria ini bekerjasama dengan seorang lain berusia 23 tahun yang tak lama juga ditahan oleh pihak kepolisian. Kepada polisi pria ini mengaku adalah seorang Youtuber yang sedang membuat konten prank untuk melihat reaksi pengguna toilet saat mendengar suara yang berasal dari video dewasa tersebut.

Seorang penumpang yang kebetulan lewat kemudian melaporkan suara “yang tidak asing” tersebut kepada petugas keamanan stasiun. Alih-alih mendapatkan konten untuk videonya, pria ini malah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Atas perbuatannya, kedua pria tersebut ditahan atas tuduhan mengganggu aktivitas publik. Lalu bagaimana dengan reaksi penumpang yang mendengar suara tersebut di dalam toilet? Sebagian besar bereaksi biasa saja bahkan cenderung tidak peduli. (RED/BTS)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×