Berita KAIndonesia

INKA Garap Proyek Jalur KA di Afrika Barat

Lokomotif CC 300 12 02 yang dipasangi karangan bunga guna menyambut diresmikannya KA Pangrango Tambahan | Foto: Nellia Rizky
Lokomotif CC 300 12 02 yang dipasangi karangan bunga guna menyambut diresmikannya KA Pangrango Tambahan | Foto: Nellia Rizky

[12/10]. Kabar baik datang dari industri manufaktur kereta api Indonesia. PT INKA akan menggarap proyek peningkatan jalur kereta api yang menghubungkan dua negara di Afrika Barat yakni Mali dan Senegal.

Hal tersebut disampaikan Dirut PT INKA Budi Noviantoro kepada Antara seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (10/10). Jalur yang akan ditingkatkan ini menghubungkan ibukota Mali, Bamako, dengan ibukota Senegal, Dakar dengan panjang 1.203 kilometer.

Budi mengatakan ditingkatkannya jalur ini karena Mali merupakan negara yang terkepung daratan. Satu-satunya akses dari Mali menuju lautan adalah pelabuhan yang berada di kota Dakar, Senegal. Ia juga mengatakan selama ini pengangkutan logistik dari Pelabuhan Dakar ke Mali dilakukan menggunakan truk karena jalur kereta api yang ada sudah lama mati.

Sementara itu perjalanan darat menggunakan truk dapat memakan waktu hingga 2 minggu, sehingga bisa dipastikan biayanya sangat mahal. Budi mengatakan dengan hadirnya kereta api yang menghubungkan kedua negara dapat mempersingkat waktu tempuh serta mengurangi biaya angkut logistik.

Budi mengatakan pihaknya telah bertemu dengan kontraktor yang mengerjakan proyek ini untuk membahas rencana ini.  Selain Senegal dan Mali, INKA saat ini juga tengah menyelesaikan kontrak pengadaan sebanyak 30 lokomotif ke Zambia.(RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×