Berita KAIndonesiaKereta ApiKereta Cepat

Pemerintah Coret Kereta Cepat Pantura Dari PSN

Ilustrasi armada kereta cepat India
Ilustrasi: Shinkansen seri E5. Pada tahun 2008 silam, JICA memang pernah menawarkan alternatif studi KA Cepat via Jalur Pantura. | Foto: Toshinori Baba, Wikimedia Commons

REDigest.web.id, 26/7 – Pemerintah Pusat mencoret sejumlah proyek dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Salah satunya adalah kereta cepat Jakarta-Surabaya via Pantura.

Seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo mengatakan  proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya via Pantura  dipastikan tidak rampung pada 2024. Wahyu mengatakan hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai pembiayaan proyek ini.

Proyek ini sebelumnya memang sengaja dimasukan ke PSN supaya ada percepatan dalam kajian. Namun hingga saat ini Kemenhub masih belum mempersentasikan proyek ini. Dicoretnya proyek ambisius ini karena biaya yang dibutuhkan sangat besar dan kajiannya tidak bisa dilakukan sembarangan. Ditambah masih belum jelas apakah jalur ini akan menggunakan skema kereta cepat atau kereta semi cepat.

Usulan pengunduran proyek ini sendiri datang dari Kemenhub dan sudah ada surat resminya. Hal ini dikarenakan belum adanya financial closing dan sumber pembiayaannya belum diketahui. Meski demikian, Wahyu mengatakan pihaknya masih membuka pintu investasi dari negara lain yang ingin menggarap proyek ini.

Selayang Pandang Kereta Cepat Pantura

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya via Pantura merupakan salah satu proyek yang rencananya akan digarap Jepang. Menurut artikel dari MASKA, proposal ini telah ada sejak 2008 silam. Saat itu Jepang menawarkan opsi rute antara Jakarta-Cirebon (207,3 km), ataupun Jakarta-Bandung-Cirebon (256 km; 144,6 km untuk Jakarta-Bandung).

Sementara mengutip dari Kompas.com, studi kelayakan proyek kereta cepat telah dilakukan pada 2014 di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Berdasarkan dokumen JICA, pada studi kelayakan ini telah terpilih trase ke arah Bandung.

JICA sampai menggelontorkan dana USD3,5 juta untuk melakukan studi kelayakan bersama Kemenhub dan BPPT (sekarang BRIN). Meski demikian, kala itu pemerintah masih belum mengambil keputusan. Keputusan barulah diambil pada 2016 di mana Indonesia memilih Tiongkok sebagai mitra kereta cepat untuk trase Jakarta-Bandung. (RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×