Berita KAInternasionalKereta Api

Kereta Wisata di Kyushu Gunakan Bahan Bakar dari Kuah Ramen

Takachiho Amaterasu Railway yang menggunakan bahan bakar biosolar berbahan dasar kuah ramen yang dikembangkan oleh Nishida Company | Foto: X/@JapanScotland

REDigest.web.id, 28/2 – Selain budaya dan keindahan alamnya, Jepang juga terkenal dengan khasanah kulinernya. Makanan-makanan khas dari penjuru Negeri Sakura menarik perhatian dan juga memanjakan lidah para pelancong.

Salah satu yang terkenal adalah ramen. Mie dengan kuah kaldu ini menjadi favorit para penggila wisata kuliner karena rasanya yang enak dan mengenyangkan. Namun siapa sangka kuah dari makanan kesukaan karakter anime Naruto ini bisa menjadi bahan bakar kereta api?

Bukan masinisnya yang disuruh mendorong keretanya tapi benar-benar jadi bahan bakar kereta api. Inilah yang dilakukan oleh Takachiho Amaterasu Railway di Kyushu yang menggunakan biosolar berbahan dasar kuah ramen.

Dikutip dari NHK, kuah ramen yang digunakan berasal dari Tonkotsu Ramen yang menjadi makanan khas Kyushu. Ramen dengan kuah dari kaldu tulang babi ini memiliki rasa gurih dan berminyak. Karena kuahnya yang berminyak seringkali pelanggan tidak menghabiskan kuah ramennya.

Sisa kuah Tonkotsu Ramen yang dijadikan bahan baku biosolar | Foto: Tangkapan Layar dari NHK

Kuah ramen ini kemudian dikumpulkan dan diproses oleh perusahaan logistik Nishida Logistic Company. Bahkan biosolar ini dikembangkan sendiri oleh presiden perusahaan Nishida Mafumi.

Berawal dari keluhannya soal asap knalpot truk yang mengganggu, Nishida mengembangkan sendiri biosolar yang digunakan oleh armada truknya dan kereta wisata meskipun ia sendiri tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang kimia.

Penelitiannya dimulai pada tahun 2000 dan biosolar mulai diproduksi masal pada 2003, 5 tahun sebelum publikasi biosolar dari minyak jelantah oleh IPB.

Dalam sehari Nishida Logistic memproduksi sebanyak 3000 liter biosolar dengan bahan dasar kuah ramen dan minyak jelantah. Selain digunakan pada kereta wisata, biosolar ini juga digunakan untuk armada truk milik Nishida Logistic sendiri.

Presiden Nishida Logistic Company yang mengembangkan sendiri biosolar berbahan dasar kuah ramen | Foto: Tangkapan Layar dari NHK

Kepala Operasi Takachiho Amaterasu Railway Nishiura Daiki mengatakan pihaknya beralih ke biosolar karena sebelumnya sarana keretanya menggunakan solar biasa dan itu menghasilkan asap hitam pekat yang mengganggu wisatawan. Terlebih kereta wisata ini tidak memiiliki atap sehingga asap langsung mengenai penumpang.

Selain itu, karena berbahan dasar kuah ramen gas buang dari knalpot memiliki bau yang enak.

Takachiho Amaterasu Railway beroperasi di Lintas Takachiho, Miyazaki yang ditutup akibat Taifun Nabi yang melanda Jepang pada 2009. Kereta wisata ini beroperasi di sisa jalur sejauh 5 kilometer yang masih utuh. Kereta wisata ini menawarkan pemandangan indah dari Jembatan Takachiho setinggi 130 meter serta terowongan dari gerbong terbuka.(RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses