Kereta api Sangkuriang Resmi Beroperasi, Layani Rute Bandung-Banyuwangi PP

REDigest.web.id, 3/5 – Pada 1 Mei 2026, sejarah baru tercipta dalam perkeretaapian Indonesia dengan diluncurkannya kereta api Sangkuriang rute Bandung-Ketapang Banyuwangi PP via Yogyakarta dan Surabaya Gubeng. Nama Sangkuriang sendiri diambil dari salah satu cerita rakyat suku Sunda, yaitu legenda Sangkuriang. Legenda tersebut menceritakan tentang terbentuknya Gunung Tangkuban Parahu dan Cekungan Bandung. Kereta api Sangkuriang memiliki jadwal keberangkatan dari Bandung pukul 14.45 WIB dan dari Ketapang pada pukul 15.00 WIB.
Kereta api ini menjadi kereta pertama dari Bandung yang menuju Stasiun Ketapang, Banyuwangi tanpa transit dan menjadi kereta api dengan jarak tempuh terpanjang kedua di Indonesia dengan jarak tempuh 1.002 km. Jarak ini 29 km lebih pendek dari kereta api Blambangan Ekspres rute Pasar Senen-Ketapang via Semarang Tawang dan Surabaya Pasar Turi. Perjalanan kereta api Sangkuriang ditempuh dalam waktu 17 jam 30 menit untuk keberangkatan dari Ketapang, menjadikan kereta api ini kereta dengan waktu tempuh terlama di Indonesia. Untuk keberangkatan dari Bandung, perjalanan ditempuh dalam waktu 16 jam 7 menit.
Kereta api Sangkuriang ditarik oleh lokomotif seri CC206 dan terdiri dari kereta pembangkit, 1 kereta Compartment Suites dengan kapasitas 16 penumpang, 4 kereta eksekutif dengan total kapasitas 200 penumpang, 1 kereta makan, dan 3 kereta ekonomi premium dengan total kapasitas 240 penumpang. Seluruh armadanya menggunakan kereta jenis stainless steel generasi pertama kecuali untuk kereta Compartment Suites yang berbodi baja ringan.
Peresmian pertama dilakukan dengan acara doa bersama pada 1 Mei 2026 di Stasiun Bandung yang juga dihadiri oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, yang juga bertindak sebagai pemberi Semboyan 40 sebagai tanda keberangkatan perdana kereta api ini beserta jajaran lainnya dari PT KAI. Dilakukan juga pembagian suvenir berupa cuanki kepada penumpang yang berangkat dari Stasiun Bandung. Kereta api Sangkuriang keberangkatan pertama dari Stasiun Bandung ini ditarik oleh lokomotif CC2061341 yang polos tanpa hiasan.

Sementara itu, keesokan harinya, pada Sabtu, 2 Mei 2026, dilansir dari Kompas.com, upacara peluncuran kereta api Sangkuriang dari arah Ketapang, Banyuwangi menuju Bandung dilakukan. Sejak saat itu, kereta api ini resmi berjalan dua arah dari Bandung dan Ketapang. Peresmian di Ketapang dilakukan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandari Azwar Anas, dan Vice President PT KAI Daerah Operasi 9 Jember, Hengky Prasetyo, serta jajaran Forkopimda Banyuwangi. Kereta api Sangkuriang keberangkatan pertama dari Stasiun Ketapang ini ditarik oleh lokomotif CC2061385.
Dilansir dari detik.com, Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa layanan ini dirancang untuk memperkuat konektivitas lintas wilayah yang selama ini belum terhubung langsung.
“Kalau kita lihat, KA Sangkuriang ini terlihat istimewa karena dia melintasi enam daerah operasi. Jadi keberangkatan dari Daop 2, kemudian ke Daop 5, Daop 6, Daop 7, Daop 8, dan terakhir di Daop 9,” jelasnya.
Kereta api Sangkuriang diharapkan dapat menjadi alternatif baru bagi masyarakat Banyuwangi, Jember, dan sekitarnya untuk menuju Jawa Barat bagian selatan, seperti Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan Banjar, maupun pada arah sebaliknya, maupun bagi kota dan kabupaten yang dilewatinya sepanjang perjalanan. (RED/FD)


