Running Train: Simulasi Kereta Api Jepang Buah Tangan Indonesia

REDigest.web.id, 26/4 – Satu lagi game simulasi kereta api hadir menghibur para pecinta kereta api. Perkenalkan Running Train, game simulasi kereta api dengan tema perkeretaapian Jepang akan rilis dalam waktu dekat. Menariknya lagi, meski bertemakan Jepang, namun game ini dikembangkan oleh developer indie Indonesia yakni Novatetsu Games.
Adalah Riz Nova, seorang developer indie yang mengembangkan game ini. Dari wawancara bersama Tim REDaksi, Nova mengembangkan game ini sendiri. Namun untuk beberapa bagian dari game seperti musik dan asset, ia menggandeng dua orang lainnya yakni Patrick Lesmana dan Bagus Candra Ramadhan.
“Bukan tim sih, lebih ke partial kolab. Gua bayar orang untuk buat asset, lagu, atau voiceover. Misalnya Patrick bagian bikin lagu trailer, texturing beberapa asset. Sisanya gua kerjain sendiri,” terang Nova.
Dalam game ini pemain akan dibawa ke daerah pinggiran barat Jepang untuk berdinas membawa kereta api di sana. Di sini pemain dapat memilih rangkaian kereta dari beberapa seri dan perusahaan seperti JR seri 115, Choshi Electric Railway seri 3000, dan KiHa 185. Selain itu, pemain juga dapat memilih untuk berdinas di jalur milik dua operator fiksi yakni Hayamori Railway dan Rural Kofuku Railway dengan panjang total 40 kilometer.
Selain kereta dan jalur, pemain juga dapat memilih musim saat berdinas. Ada 2 pilihan musim yakni musim dingin bersalju dan musim semi saat bunga sakura bermekaran. Pemain juga dapat memilih waktu berdinas apakah itu pagi, siang, atau malam.
Ada 3 mode permainan yang dapat dipilih oleh pemain yakni easy, hard, dan free mode di mana kereta akan beroperasi secara otomatis dan pemain dapat merasakan sensasi menjadi penumpang atau pecinta kereta api.
Unreal Engine 5 yang digunakan game ini membuat detail-detail yang ada menjadi terlihat seperti aslinya.
Nova mengatakan untuk saat ini game Running Train baru bisa dimainkan di PC yang mana game ini dapat dibeli melalui platform Steam. Untuk harganya sendiri Nova masih belum bisa memastikannya. Namun ia memperkirakan akan memasang harga USD19.99 atau sekitar Rp220.000 hingga Rp300.000.
“(Rencana rilis) Mei, Untuk harga masih belum fix sih. Kalo USD19.99, JPY2800-3000, Indo antara Rp220.000 sampai Rp300.000,” terang Nova.
Sementara untuk tanggal rilisnya, Nova akan merilis game ini pada Mei 2026 mendatang. Meski baru bisa dimainkan di PC, jika animo masyarakat akan game ini bagus, ke depannya Nova berencana akan merilis game ini di Playstation 5.
Mengingat game ini dikembangkan oleh developer indie yang dirilis tanpa publisher, Nova mengakui menemui banyak hambatan krusial ketika mengembangkan game ini. Hambatan pertama dari pembiayaan yang mana pengembangan game ini sepenuhnya dibiayai sendiri oleh Nova dari penghasilannya di Patreon serta bekerja di toko milik ayahnya.
“Hambatan pertama paling survive sih, terutama kalo solo dan tanpa publisher. Beruntung ini game dari pertama reveal ke publik, udh cukup buat narik banyak interest jadi gua bisa survive dari duit patreon sama bantu jualan dikit-dikit di toko bokap,” terang Nova.
Hambatan lainnya yang harus dihadapi Nova dalam pengembangan game ini adalah birokrasi yang terlalu berbelit untuk developer game. Nova mengaku kesulitan untuk mendapatkan peralatan penunjang yang diperlukan dalam pengembangan game ini seperti devkit yang diperlukan untuk pengetesan sebelum dirilis di PS5 akibat kebijakan impor dan bea masuk yang terlalu besar untuk developer indie seperti dirinya.
“Paling cuma urusan birokrasi impor alat-alat macam devkit PS5 klo bisa dipermudah sih. Itu aja. Gua belom pernah nyoba impor sih, Tapi kalo dari pengalaman gamedev yang lain agak sulit di Indonesia,” tutup Nova.
Tertarik untuk mencoba menjadi masinis di Negeri Sakura? Segera masukkan game Running Train ke dalam wishlistmu di Steam dan mainkan ketika gamenya sudah dirilis. Selamat bermain.(RED/BTS)


