Berita KAInternasionalKereta Api

Tinggalkan Jepang, India akan Kembangkan Sendiri Kereta Cepatnya

Ilustrasi armada kereta cepat India
Ilustrasi Shinkansen seri E5, armada yang sejenis akan digunakan pada kereta cepat India | Foto: Toshinori Baba, Wikimedia Commons

REDigest.web.id, 23/7 – India berencana akan mengembangkan sendiri kereta cepatnya untuk proyek kereta cepat Mumbai-Ahmedabad. Dikutip dari Railjournal, dalam pengembangannya India tidak akan menggunakan teknologi Jepang sama sekali.

Termasuk teknologi pada sarana Shinkansen dan sistem persinyalan yang sebelumnya ditawarkan oleh pihak Jepang. Menteri Perkeretaapian India Ashwani Vaishnaw mengatakan pihaknya mempertanyakan  pengadaan serta pembuatan sarana Shinkansen E10 yang akan dioperasikan.

Selain itu, pada 2024 Pemerintah India dan sejumlah pejabat senior Indian Railway memutuskan untuk memproduksi sarana kereta cepatnya sendiri termasuk mengadopsi sistem persinyalan internasional. Di sisi lain, pihak Jepang menawarkan sarana bekas Shinkansen E4 dan E5 untuk digunakan dalam uji coba di jalur antara Surat dan Bilimora pada 2027 mendatang.

Penawaran tersebut mengindikasikan ketidakmampuan Jepang untuk memproduksi sarana E10 sebelun 2034. Indian Railway sendiri membutuhkan sebanyak 49 set rangkaian 8 kereta cepat untuk dioperasikan di Jalur Kereta Cepat Mumbai-Ahmedabad. Pihak India juga tengah mempertimbangkan pengadaan sarana dari Eropa.

Di saat yang bersamaan, Bharat Earth Movers Limited (BEML) bersama Integral Coach Factory (ICF) berhasil merampungkan dua set purwarupa kereta cepat seri B28 pada Oktober 2024 lalu. Purwarupa ini rencananya akan mulai dikirim pada tahun depan.

National High Speed Rail Corp (NHSRC) juga telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Siemens dan DRA Agarwal untuk pengadaan sistem persinyalan ETCS Level 2. Pemerintah India bahkan tengah mempertimbangkan opsi membatalkan perjanjian dengan Jepang.

Proyek Kereta Cepat Mumbai-Ahmedabad dilaporkan mengalami pembengkakan biaya dari yang sebelumnya diperkirakan INR1.080 miliar menjadi INR1.980 miliar.(RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses