Berita KAIndonesiaKereta Api

KAI akan Terapkan ATP Berbasis Satelit dan Operasikan KRL Baterai di Bandung Raya

cc201 tematik hut ri
Lokomotif CC2017723 menghela KA 462 lokal Bandung Raya berangkat dari Stasiun Padalarang | Foto: Septian Alfiansyah

REDigest.web.id, 5/6 – KAI berencana akan menerapkan sistem ATP berbasis satelit serta mengoperasikan KRL baterai. Rencana tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI.

Dalam persentasinya, KAI menyampaikan ada 2 tipe ATP yang dapat diterapkan pada sistem yang ada saat ini yakni ATP berbasis wayside dan onboard di mana perangkat persinyalan masih dipasang serta ATP berbasis wireless dan satelit di mana perangkat persinyalan tak lagi dibutuhkan.

Secara singkat, pada ATP berbasis wireless dan satelit, nantinya sarana kereta akan dipasangi tracker dan RFID unit untuk melacak lokasi serta identifikasi sarana.

Nantinya data lokasi sarana akan dikirim ke data center dan diolah menggunakan AI yang mana jika ada resiko tabrakan, sistem akan terlebih dahulu mengirim peringatan melalui on board unit dan jika tidak ada respon maka sistem akan mengaktifkan ATS untuk menghentikan kereta.

KAI sendiri sudah menerapkan penggunaan ATP pada operasional LRT Jabodebek dan berencana untuk menerapkannya pada layanan Commuter Line Lin Rangkasbitung.

Gambaran pola operasi ATP berbasis satelit yang akan diterapkan oleh KAI | persentasi KAI via TV Parlemen

Selain ATP, KAI juga berencana akan mengoperasikan KRL baterai pada layanan Commuter Line Bandung Raya. Dipilihnya KRL baterai karena tidak memerlukan infrastruktur LAA serta operasionalnya yang lebih fleksibel.

Guna mewujudkan rencana ini, KAI menggandeng sejumlah pabrikan seperti Siemens, CAF, Hitachi, Norinco, CRRC, Hyundai Rottem, Alstom, dan Stadler.

Nantinya akan ada 2 seksi jalur dari Padalarang hingga Cicalengka yakni Padalarang-Bandung yang tidak terelektrifikasi dan Bandung-Cicalengka yang terelektrifikasi. Akan ada 3 charging point untuk KRL baterai mengisi ulang daya yakni di Padalarang, Bandung, dan Cicalengka.

Di seksi tak terelektrifikasi, kereta akan sepenuhnya beroperasi dengan tenaga dari baterai. Sementara di seksi yang terelektrifikasi, kereta akan beroperasi dengan listrik daru label LAA.

Kereta juga akan berhenti di stasiun yang menjadi charging point selama 15 menit untuk mengisi ulang daya sebelum berjalan kembali. Untuk tahap awal, KAI hanya akan mengoperasikan 1 set yang rencananya akan mulai beroperasi pada akhir 2027.

Pola operasi KRL baterai di Lintas Bandung Raya | persentasi KAI via TV Parlemen

Pola operasi KRL baterai seperti ini sebelumnya sudah pernah dilakukan pada sarana EV E301 “Accum” di Lin Karasuyama dan Lin Tohoku Main oleh JR East serta sarana BEC819 “Dencha” di Lin Fukuhoku Yutaka dan Lin Chikuhō oleh JR Kyushu.(RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses