KMP Batumandi Terbakar, Beberapa Bus Beserta Puluhan Kendaraan Lain Ikut Terbakar

REDigest.web.id, 21/10 – Masih belum hilang ingatan masyarakat akan tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo saat berlayar dari Surabaya ke Banjarmasin, kini tragedi lainnya menimpa pada KMP Batumandi dengan kasus yang berbeda. Kapal ferry Selat Sunda ini berangkat dari pelabuhan Bakauheni pada Selasa siang (20/10) sekitar pukul 14.52 WIB, namun menjelang pukul 16.15 WIB saat kapal hanya berjarak beberapa kilometer dari pelabuhan Merak, dari bagian buritan belakang kapal muncul kobaran api.

Saat terjadi kebakaran, terdapat 460 orang yang merupakan gabungan dari penumpang dan kru di dalam kapal, evakuasi ke bagian haluan yang masih aman kemudian mengenakan life jacket, serta turun dari kapal melalui seluncuran atau dievakuasi oleh kapal lain. Karena kebakaran terjadi dekat dengan pelabuhan Merak, banyak kapal turut membantu proses evakuasi penumpang KMP Batumandi dari kapal nelayan hingga kapal ferry lainnya seperti KMP Munic 3 dan KMP Royce 1.
KMP Batumandi milik Angkutan Sungai Danau Penyeberangan ini mengangkut puluhan kendaraan dari motor, mobil umum, mobil logistik, truk, hingga bus. Dan saat kejadian, api yang dari buritan perlahan merembet ke bagian tengah hingga akhirnya api melahap nyaris ke semua isi kapal, termasuk ruang nahkoda. Bahkan saat langit senja menuju malam, kobaran api begitu jelas melahap bagian dalam kapal yang sarat akan muatan kendaraan tersebut.


Mengenai muatan, terdapat beberapa bus yang turut menjadi korban materiil dari kebakaran KMP Batumandi tersebut. Hingga artikel ini rilis, bus yang terdampak antara lain Miyor MYR-26 Duta Agam, Miyor MYR-15 Junior, Sumex 97 SEE-13 Cuban Macaw, Sumex 97 AP-02 Martinique Macaw, TAM Big Show, NPM V02 Hello Kitty, dan NPM V81 Khazanah. Selain itu ada beberapa bus lainnya yang terbakar, namun Tim REDaksi masih mencari info validasi dari kalangan pemerhati transportasi.

Sepanjang malam, proses pemadaman api masih terus dilakukan oleh tim SAR hingga TNI AL dengan pengerahan kapal pemadam seperti tug boat. Meski di pagi hari api sudah semakin berkurang, proses pemadaman terus berlangsung hingga siang ini karena masih terdapat titik panas yang belum padam di beberapa bagian kapal. Untuk investigasi oleh KNKT dilakukan menunggu proses pendinginan kapal serta mengecek kondisi stabilitas kapal. (RED/EPP)
