Melihat Tembakkan Schwerer Gustav, Meriam Kaliber 80CM Diatas Rel

Mari kembali melihat kebelakang tepatnya saat era perang dunia, rel merupakan salah satu aspek penting yang sangat mendukung. Transportasi logistik, persenjataan, tenaga keprajuritan dan lain-lain, semua dapat dibawa diatas rel. Alasan kecepatan dan keamanan membuat rel menjadi media transmisi yang cukup memadai dalam suasana perang.

Pada tahun 1934, pihak Jerman (dalam era Reich ketiga) mengembangkan sebuah senjata berupa meriam. Memang meriam menjadi artileri yang awam sejak dulu bahkan jauh sebelum era perang dunia dimulai. Namun, meriam ini berbeda. Meriam ini didesain dengan rel sebagai pijakannya diatas bumi. Ya ini adalah sebuah meriam rel, hanya saja dengan lebar kalibar 80cm dan berat 1.350 ton serta memiliki peluru seberat 7 ton yang ditembakkan sejauh 47 kilometer.

Model dari Dora, unit kedua dari Gustav | sumber: wikipedia

Meriam ini diproduksi oleh Krupp sebanyak 2 unit atas arahan dari Oberkommando des Heeres atau angkatan darat Jerman untuk menyerang salah satu benteng Perancis diperbatasan. Erich Muller, seorang insinyur Krupp memberitahukan hasil perhitungannya bahwa dibutuhkan meriam berkaliber 80cm untuk melakukan misi tersebut. Schwerer Gustav atau Si Besar Gustav berjalan diatas 2 jalur rel. Dengan panjang 47.3 meter, tinggi 11.6 meter dan lebar 7.1 meter, ditopang oleh 8 bogie dengan 5 gandar disetiap bogie, jika ditotal meriam ini memiliki 40 gandar atau 80 roda. Meriam ini diklaim merupakan artileri terbesar pada zamannya. Untuk menembakkan peluru seberat 7 ton yang dimilikinya, meriam ini membutuhkan 250 orang kru diatas meriam, 2.500 di jalur, dan 2 batalion flak untuk melindungi Gustav dari serangan udara. Saking besarnya, diatas meriam ini ada jaringan rel lagi untuk lori pembawa peluru dan sejenis elevator untuk membawa peluru ke “mulut” meriam.

Schwerer Gustav dipindahkan ke Leningrad (sekarang St. Petersburg) dan dirucat sekitar tahun 1945 untuk menghindari penangkapan oleh pihak Uni Soviet.

Dito Aldi Soekarno Putra | RE Digest

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: