Awal Tahun, Presiden Resmikan Operasional KRL Basoetta

KRL bandara saat diujicobakan untuk kali pertama menuju bandara Soekarno-Hatta
Mengalami ketidakpastian selama sebulan terakhir, akhirnya (kembali) ada angin segar tentang pengoperasian KRL Bandara Soekarno-Hatta. Rencananya, KRL bandara akan diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Januari 2018 mendatang. Hal ini diutarakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, seperti dilansir dari Detik Finance, Selasa (19/12) lalu.
Sebelumnya, KRL bandara ditargetkan beroperasi pada 1 Desember yang lalu. Namun kemudian diundur hingga setelah tanggal 7 Desember dan kemudian ditunda lagi tanpa ada kepastian akan beroperasi. Dengan kepastian peresmian akan dilakukan pada sehari setelah tahun baru, maka target pengoperasian KRL bandara telah molor sebulan. Masih adanya beberapa masalah baik teknis maupun non teknis menjadi alasan dari penundaan ini.

Simulasi

Seorang siswi sekolah menengah atas memotret rangkaian kereta bandara Soekarno-Hatta pada saat diujicobakan di Stasiun Manggarai, Oktober 2017. Kereta bandara Soekarno-Hatta telah mencuri perhatian publik dari saat rangkaiannya masih berada di dalam  pabrik PT INKA di Madiun hingga dikirim ke Jakarta dan diujicobakan.
Ditemukannya kendala pada ujicoba perdana KRL bandara menuju bandara Soekarno-Hatta dijadikan bahan evaluasi oleh PT Railink selaku operator yang akan mengoperasikan sepuluh rangkaian KRL bandara ini. Untuk mematangkan persiapan operasional KRL bandara, PT Railink telah beberapa kali melakukan simulasi pengoperasian KRL bandara pada rute pengoperasiannya, yaitu Manggarai-Duri-Bandara.
Selain untuk memastikan bahwa jalur yang akan dilewati sudah sepenuhnya siap, simulasi juga dilakukan untuk mengetahui efek pengoperasian KRL bandara pada KRL Commuter Line di sepanjang rute yang dilewati. Seperti yang diketahui, pengoperasian KRL bandara nantinya akan berefek kepada pengurangan sekitar 10 perjalanan KRL Commuter Line di lintas Tangerang, sehingga headway KRL di lintas Tangerang akan semakin lama. Dari bocoran-bocoran yang beredar di media sosial, nantinya siklus perjalanan KRL di lintas Tangerang akan menjadi 2 Commuter Line-1 ARS, atau setelah 2 rangkaian KRL Commuter Line lewat, akan ada 1 rangkaian KRL bandara yang lewat. Menghadapi hal tersebut, PT Kereta Commuter Indonesia telah mengubah formasi pada dua dari empat perjalanan Commuter Line di lintas Tangerang dari 8 kereta menjadi 10 kereta, dan akan diubah kembali menjadi 12 kereta secara keseluruhan mulai 2018 setelah KRL-KRL yang diimpor tahun depan sudah siap beroperasi.
Rencananya, KRL bandara akan beroperasi dari pukul 3 pagi hingga 11 malam, dengan headway 15 menit pada jam sibuk dan 30 menit pada jam lengang. Setiap penumpang akan dikenakan tarif sebesar 70 ribu rupiah untuk sekali perjalanan. Besaran tarif ini telah diturunkan dari semula 100 ribu rupiah per penumpang, dikarenakan Presiden Jokowi menganggap tarif tersebut terlalu mahal untuk sebagian besar masyarakat yang kemungkinan akan menggunakan kereta bandara.
RED | MPSCLFJRN

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: