Train Driver’s Diary, Perjalanan Psikologis Seorang Masinis

Ilija dalam Train Driver’s Diary | Foto: www.ficg.mx

Pernahkah terbayangkan oleh anda, seberapa sering seorang masinis menabrak sesuatu atau seseorang? Di perkeretaapian Serbia, setiap masinis setidaknya telah membunuh 20 sampai 30 orang secara tidak sengaja selama karir mereka. Rata-rata korbannya adalah mereka yang ingin bunuh diri, mereka yang ceroboh, mabuk, atau hanya sekedar linglung. Faktanya, kereta api tidak dapat berhenti secara tiba-tiba dalam jarak yang pendek. Oleh sebab itu, masinis terbebas dari tanggung jawab atas kematian seseorang atau kerugian suatu barang karena tertabrak kereta api. Seorang masinis yang sudah berulang kali mengalami kejadian tersebut, mereka memiliki kondisi mental dan psikis yang berbeda dari kebanyakan orang.

 

Kisah Seorang Masinis Senior dengan Anak Angkatnya

Train Driver’s Diary (judul asli: Dnevnik Masinovodje) adalah film drama komedi Serbia yang menceritakan tentang perjalanan psikologis seorang masinis kereta api. Film ini mengisahkan tentang Ilija (Lazar Ristovski), seorang masinis senior yang sudah membunuh 28 orang secara tidak sengaja sepanjang karirnya sebagai masinis. Suatu ketika, kereta api yang dijalankannya berhadapan dengan seorang anak yang hendak bunuh diri di tengah rel. Ilija menghentikan kereta apinya dengan sekuat tenaga dan menyelamatkan anak itu dengan membawanya ke rumah. Belakangan diketahui bahwa anak yang hendak bunuh diri itu bernama Sima dan ia baru saja kabur dari panti asuhan. Waktu berlalu, tidak terasa Ilija sudah merawat dan membesarkan Sima bertahun-tahun dan memasukkannya ke akademi perkeretaapian.

Di usianya yang ke-19, Sima dewasa (Petar Korac) lulus dari akademi perkeretaapian dengan nilai yang memuaskan. Sima berkata pada Ilija bahwa ia ingin menjadi masinis, namun Ilija melarangnya karena tidak ingin Sima mengalami kejadian mengerikan yang sering dialami oleh seorang masinis. Ilija mengarahkan Sima untuk mengikuti pendidikan lanjutan sebagai PPKA di Pirot, namun ternyata pegawai kereta api di Pirot justru memanfaatkan keluguan Sima dengan menyuruhnya bekerja sebagai tukang cuci lokomotif. Sima yang kesal dan kecewa karena diperlakukan tidak semestinya kemudian berniat kabur kembali ke rumah Ilija. Di stasiun Pirot ia bertemu dengan Ljuba Maniac, masinis yang menawarkannya tumpangan di lokomotif dan mengajarkannya cara menjalankan kereta api. Di perjalanan, Ljuba tidur dan meninggalkan Sima sendirian di belakang meja kendali. Sima yang belum siap secara mental akhirnya melompat dari kabin masinis karena ketakutan.

Sima saat bertugas sebagai masinis | Foto: Filmski Centar Srbije

Sebuah Komedi Tragis yang Melukiskan Pengalaman Psikologis

Setelah kejadian itu, Ilija akhirnya melatih Sima untuk menjadi seorang masinis. Saat Sima diterima sebagai masinis di Zeleznice Srbije (Serbian Railways), banyak masinis senior yang mengatakan bahwa Sima akan segera menabrak sesuatu atau seseorang. Dragan Diesel, tetangga Ilija mengatakan bahwa anaknya meninggal karena tertabrak kereta api yang dikemudikan oleh Ilija. Sementara itu, kekasih Ilija juga meninggal tertabrak kereta api yang dikemudikan oleh Dragan. Sayangnya, perkataan para masinis senior tidak segera terjadi pada Sima. Tiga minggu pertama Sima bertugas sebagai masinis, belum ada satupun benda atau orang yang tertabrak oleh kereta apinya. Sima pun stres, dan ketakutannya akan menjadi pembunuh semakin bertambah. Ia berhenti di setiap tikungan dan jembatan hanya untuk memastikan tidak ada orang yang melintas.

Merasa kasihan dengan Sima, Ilija mulai mendekati beberapa orang yang hendak bunuh diri. Mereka diminta untuk bunuh diri di rel kereta api pada jadwal yang telah ditentukan, namun semuanya menolak. Akhirnya tak ada pilihan lain bagi Ilija, kecuali dirinya sendiri yang berkorban. Keesokan harinya, ia membaringkan diri di rel kereta api beberapa saat sebelum jadwal kereta api yang dikemudikan Sima melintas. Menurutnya, ini adalah cara terbaik untuk menghilangkan rasa ketakutan Sima. Beruntung saja mobil yang dikemudikan Ljuba Maniac tersangkut di rel kereta api, sehingga kereta api yang dikemudikan Sima menabraknya terlebih dahulu. Ia menghentikan kereta apinya tepat di depan Ilija yang berbaring di rel, dan mengatakan bahwa ia sudah menabrak seseorang untuk pertama kalinya.

Film yang Sangat Menyentuh dan Cocok untuk Railfans

Film yang disutradarai oleh Milos Radovic dan dirilis pada bulan September 2016 ini telah meraih 3 penghargaan dalam Prague Independent Film Festival 2017 untuk kategori Grand Prix (juara utama), Best Actor (Lazar Ristovski), dan Best Feature Film. Beberapa penonton dan pengamat mengatakan bahwa film ini dibawakan dengan cara yang berbeda dan isinya sangat menyentuh pemirsanya. Selain itu, detail dan suasana yang dihadirkan sangat kental dengan nuansa perkeretaapian, sehingga film ini cocok ditonton oleh railfans. Sebagai contoh, Rumah Ilija merupakan bekas dipo kereta api, dan Dragan Diesel tinggal di bekas kereta tua. Pekerjaan para pegawai kereta api pun digambarkan dengan cukup tepat dan detail.

Menariknya, meskipun banyak menggambarkan keadaan nyata perkeretaapian Serbia yang suram, Serbian Railways adalah salah satu sponsor dalam produksi film ini. Dalam hal ini, Serbian Railways menunjukkan tentang nilai keterbukaan dan kejujuran mereka demi mendekatkan diri pada masyarakat. Selain memperkenalkan profesi masinis dan segala macam tantangannya, film ini juga dapat dijadikan media edukasi keselamatan berlalu lintas. Pengendara hendaknya lebih berhati-hati saat melintasi jalur kereta api, sebab kereta api tidak dapat berhenti dalam waktu singkat. Tentu saja masinis pun tidak bisa dipersalahkan atas kecelakaan yang disebabkan keteledoran pengguna jalan.

RED | Tubagus Gemilang Pratama

loading...

TB Gemilang Pratama

Railway Enthusiast | Bus Enthusiast | Enterpreneur | Free Thinker with Responsibility |

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: