Berbeda Gauge, Bagaimana Jalur Trans Sumatera di Aceh Nantinya?

KA Perintis Cut Meutia | Tempo

Proyek jalur KA Trans Sumatera saat ini tengah dikerjakan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Delapan provinsi di pulau terbesar keenam di dunia ini. Kehadiran jalur kereta api yang menghubungkan wilayah-wilayah di Sumatera dirasa perlu mengingat besarnya pulau, infrastruktur jalan yang kurang memadai, serta tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

Jalur ini rencananya akan menggunakan lebar sepur 1067 mm. Namun ada satu masalah yang muncul saat jalur memasuki Aceh. Seperti yang kita ketahui jalur kereta api perintis di Bumi Serambi Mekah menggunakan lebar sepur 1435 mm. Lantas muncul pertanyaan bagaimana caranya jalur KA Trans Sumatera bisa terhubung dengan jalur KA di Aceh yang memiliki lebar sepur berbeda?

Dari rilis yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub melalui fanpage dan Instagram dijelaskan mengenai hal tersebut. Nantinya jalur KA Trans Sumatera yang ada di Aceh akan menggunakan trase baru, tidak melintasi jalur eksisting 1435. Jalur KA Trans Sumatera dengan lebar sepur 1067 dari Lhokseumawe nantinya akan memotong lewat Geurogok dan langsung ke Kuta Blang, tidak lewat Krueng Mane – Bungkah – Krueng Geukeuh.

Jalur lebar sepur 1435 nantinya hanya akan dibangun dari Kuta Blang hingga Lhokseumawe lewat jalur eksisting Krueng Mane – Bungkah – Krueng Geukeuh.

 

Peta trase Jalur KA Trans Sumatera di Aceh

Lalu mengapa jalur dengan lebar sepur 1435 mm tetap dibangun dan tidak diseragamkan dengan lebar sepur 1067 mm? Jawabannya adalah karena jalur KA perintis Aceh dibangun menggunakan dana hibah dari perusahaan kereta api Perancis, SNCF. Alasan digunakannya lebar sepur 1435 mm karena teknisi dari SNCF tidak memiliki pengalaman dengan lebar sepur sempit seperti 1067 mm.

(RED/BTS)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: