Jelang Beroperasi Pada Maret, Beginilah Pola Operasional MRT Jakarta

mrt jakarta diperpanjang ke tangsel
Ilustrasi: KRL STRASYA MRT Jakarta rangkaian LBB3 dan LBB8 di dipo Lebak Bulus | foto: Nurachman Hafizh

[27/12]. Setelah menjadi perdebatan di kalangan masyarakat dan pecinta kereta api, akhirnya MRT Jakarta membeberkan bagaimana pola operasi MRT Jakarta ke depannya. Hal tersebut dijelaskan dalam forum jurnalis yang diadakan pada Kamis kemarin. Dalam forum tersebut dijelaskan mengenai sejumlah aspek pola operasi MRT seperti uji coba, tarif, progress pembangunan, penamaan stasiun, hingga penerapan kereta khusus wanita.

Nantinya MRT Jakarta akan memiliki tarif Rp 8.500 untuk 10 kilometer pertama dengan tarif terjauh Rp 12.800 dan tarif per stasiun Rp 2.200 untuk sekali jalan. Tarif tersebut berdasarkan penghitungan yang dilakukan oleh pihak MRT Jakarta bersama sejumlah pihak terkait.

Untuk progress pembangunan sendiri sudah mencapai 98,1% dengan rincian pembangunan stasiun layang (Lebak Bulus – Sisingamaraja) mencapai 97,8% dan stasiun bawah tanah (Senayan – Bundaran HI) mencapai 98,1% dan ditargetkan rampung Februari 2019 mendatang.

Uji coba dilakukan dalam 3 tahap yakni Testing and Commisioning Test yang dilakukan sejak Agustus hingga awal Desember lalu, Parallel Trial Run yang dimulai akhir Desember ini hingga awal Februari, dan Full Trial Run pada akhir Februari hingga beroperasi pada Maret. Namun sayangnya dalam Full Trial Run masyarakat masih belum bisa ikut serta karena ketentuan dari pihak kontraktor. Hanya pihak tertentu saja yang bisa ikut dalam Full Trial Run.

Selain itu MRT Jakarta juga menjual nama stasiun untuk dipasangi brand. Saat ini untuk gelombang 1, sudah ada 3 dari 8 nama stasiun yang laku terjual di antaranya adalah Dukuh Atas (BNI), Setiabudi (Astra), dan Istora (Mandiri). Setelah gelombang 1 selesai, nantinya akan ada penjualan nama gelombang kedua yang dilakukan pada 10 stasiun yang ada.

Lalu untuk kereta khusus wanita nantinya tidak diberlakukan pada jam sibuk yakni pada jam berangkat dan pulang kerja. Nantinya dari 6 rangkaian kereta, hanya 1 kereta yang akan digunakan sebagai kereta khusus wanita. Namun di kereta mana KKW akan ditempatkan masih belum diumumkan oleh pihak MRTJ.  Sistem yang digunakan sama seperti yang digunakan di Jepang.

(RED/BTS)

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: