Pemkab Bojonegoro Pesan KRD ke INKA

krd pnr uji dinamis
Rangkaian pertama KRD pesanan Filipina saat berangkat dari Stasiun Madiun menuju Jombang | picture by: Oktavino Hiu Adi Tirtayasa

[9/7]. Semangat pemerintah daerah untuk membangun moda transportasi berbasis rel sepertinya mulai terlihat. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berencana membeli rangkaian KRD ke PT INKA. Rencana tersebut tertuang dalam MOU yang ditandatangani oleh pihak Pemkab Bojonegoro dan INKA di Stasiun Kalitidu pada Senin kemarin.

MOU ditandatangani oleh Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dan Dirut PT INKA Budi Noviantoro. Salah satu poin dalam MOU tersebut adalah Pemkab Bojonegoro berupaya menyediakan transportasi yang murah, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mengatakan alasan dipilihnya INKA sebagai pembuat KRD yang dipesan karena INKA merupakan satu-satunya BUMN yang bergerak di industri manufaktur kereta api.

Untuk pendanaan sendiri, Anna mengatakan pembelian kereta ini akan menggunakan APBD. Namun dirinya masih belum bisa memastikan apakah akan menggunakan APBD-P 2019 atau APBD 2020. Perlu diketahui Kabupaten Bojonegoro memiliki APBD sebesar Rp 6 triliun. Angka tersebut berasal dari APBD induk ditambah Sisa Lebih Pendapatan Anggaran (SILPA) tahun 2018.

Untuk rangkaian KRD yang dipesan, Dirut PT INKA Budi Noviantoro mengatakan kemungkinan KRD yang dipesan adalah KRD hidrolik yang sama seperti yang dipesan oleh PNR. Untuk harganya sendiri Budi mengatakan masih menghitung berapa harga yang nantinya akan ditawarkan karena pastinya berbeda dengan yang dipesan oleh PNR.

Budi mengatakan, Bojonegoro menjadi daerah pertama di Pulau Jawa yang membeli sarana kereta api dari INKA. Rangkaian KRD ini nantinya akan digunakan untuk kereta komuter yang menghubungkan Bojonegoro dengan Surabaya dan daerah-daerah lainnya di sepanjang jalur.

(RED/BTS)

Tempo

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: