Lokomotif D1410 Resmi Jadi Kereta Wisata

Kerumunan warga yang menyaksikan peresmian lokomotif D1410 di Jl. Slamet Riyadi | pict: Angin Elandajagat

[16/2]. Setelah melalui perjalanan panjang penghidupan kembali, akhirnya lokomotif D1410 resmi beroperasi sebagai sarana kereta wisata Solo. Pagi tadi KAI dan Pemkot Solo meresmikan lokomotif D1410 sebagai sarana kereta wisata Solo. Peresmian dilakukan di acara Car Free Day yang diadakan di Jl. Slamet Riyadi.

Dengan dekorasi bunga dan kain merah-putih yang dipasang di bagian muka dan tubuhnya, D1410 menarik rangkaian Djoko Kendil dari Purwosari. Ini juga merupakan momen pertama rangkaian Djoko Kendil hadir di lintas setelah 2 tahun lamanya terparkir di Dipo Kereta Solo Balapan setelah dikirim dari Balai Yasa Manggarai.

Peresmian ditandai dengan penyirama air kendi yang dilakukan oleh Dirut KAI Edi Sukmoro dan Walikota Solo FX Hadi Rudiyatmo. Masyarakat terlihat begitu antusias menyaksikan peresmian si “Pujangga Gunung Salak” ini.

Usai peresmian di Jl. Slamet Riyadi, D1410 dan Djoko Kendil kemudian melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Solo Kota sebelum kembali ke Purwosari.

(Baju batik) Walikota Solo dan (baju putih sebelah kanan walikota) Dirut KAI  setelah meresmikan operasional D1410 sebagai KA wisata Solo | pic: Ahmad Syarif Hidayatullah

D1410 menjadi lokomotif uap pertama yang berhasil dihidupkan kembali di luar Ambarawa. Perjalanan penhidupan kembali lokomotif ini bisa dibilang sangat panjang. Setelah cukup lama menjadi koleksi Museum Transportasi TMII, D1410 dikirim ke Stasiun Purwosari melalui jalur darat pada 27 November 2016  dan tiba pada 2 Desember 2016.

Setelah 2 tahun terdiam, D1410 dikirim ke Stasiun Solo Balapan melalui jalur rel pada Oktober 2018 untuk selanjutnya diangkut ke Balai Yasa Pengok melalui jalur darat.

Di Pengok, teknisi Balai Yasa Pengok bekerjasama dengan teknisi dari Museum Lokomotif Ambarawa berusaha menghidupkan kembali D1410. Tak hanya menghidupkan, modifikasi juga dilakukan pada lokomotif ini seperti penggantian bahan bakar yang sebelumnya menggunakan minyak residu diganti dengan kayu bakar.

Uap air kembali menyembur dari cerobong lokomotif ini pada 18 Oktober 2019. Meski demikian, lokomotif ini baru menjalani uji dinamis kecil di Balai Yasa Pengok sebulan kemudian yakni pada 5 November 2019. Yang menghebohkan pecinta kereta api adalah pengiriman lokomotif ini usai dihidupkan kembali ke Purwosari dari Pengok.

Alih-alih ditarik lokomotif lain, D1410 berjalan sendiri bersama 1 unit TMC dari Balai Yasa Pengok hingga Purwosari. Meskipun lokomotif mengalami gangguan di Klaten sehingga ia terpaksa didorong TMC di sisa perjalanannya.

Dilansir dari Tempo, reaktivasi lokomotif ini sendiri tak terlepas dari permintaan Presiden Joko Widodo. Karena potensi sejarahnya, lokomotif ini dianggap sayang jika hanya dipreservasi di Museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Rencananya sama seperti C1218, rencananya D1410 dapat disewa sebagai sarana kereta wisata Solo.

(RED/BTS)

Satu tanggapan untuk “Lokomotif D1410 Resmi Jadi Kereta Wisata

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: