Perjalanan Commuter Line, Railink, MRT, dan LRT Jakarta Terhenti Akibat Blackout

Rangkaian KRL Commuter Line yang terhenti di Stasiun BNI City akibat blackout yang terjadi | picture by: Syahrudi Ifari

[4/8]. Aktifitas masyarakat di Pulau Jawa pada Minggu siang lumpuh ketika terjadi pemadaman listrik massal atau blackout. Hampir segala aktifitas terhenti akibat padamnya listrik terutama di Jakarta dan sekitarnya.

Pemadaman juga berdampak pada perjalanan Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan KA Bandara Soekarno Hatta yang sarananya menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya. Operasional keempat kereta tersebut terhenti akibat pemadaman massal yang terjadi dari siang hingga sore hari hari.

Seluruh lintas Commuter Line terhenti perjalanannya akibat tidak mengalirnya suplai listrik dari PLN untuk listrik aliran atas (LAA). Akibatnya perjalanan Commuter Line terhenti. Penumpang yang terjebak di lintas kemudian dievakuasi dengan membuka pintu menggunakan katup darurat dan dan penumpang berjalan kaki menuju stasiun terdekat.

Terhentinya operasional Commuter Line juga menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di sejumlah stasiun. Seperti di Stasiun Universitas Indonesia, ratusan penumpang yang hendak pulang usai mendatangi acara Gelar Jepang UI menumpuk karena Commuter Line tidak beroperasi. Sebagian memilih untuk tetap menunggu di stasiun dan sebagian lagi kembali ke event dan mencari teman yang bisa memberikan tumpangan.

Hal serupa juga terjadi di Jalur MRT Jakarta. Operasional MRT sepenuhnya lumpuh karena listrik aliran atas mati. Perjalanan MRT terhenti di tengah jalan termasuk di jalur bawah tanah. Penumpang kemudian dievakuasi dari dalam kereta dengan membuka pintu darurat yang berada di bagian depan dan belakang rangkaian kereta kemudian melanjutkan perjalanan menuju stasiun terdekat.

Penumpang yang berhasil dievakuasi di jalur bawah tanah saat sampai di Stasiun | picture by: Erico

Hal serupa juga terjadi pada penumpang KA Bandara Soekarno Hatta. Penumpang KA Bandara yang terjebak di dalam kereta dievakuasi keluar kereta melalui pintu yang dibuka menggunakan tuas pintu darurat. Railink kemudian membatalkan seluruh perjalanan KA Bandara Soekarno Hatta dan mengembalikan penuh tiket yang sudah dibeli.

LRT Jakarta juga bernasib sama seperti Commuter Line, KA Bandara, dan MRT. Suplai listrik aliran bawah untuk LRV terputus karena pemadaman massal.

Namun nasib penumpang LRT masih lebih baik ketimbang Commuter Line dan MRT karena rangkaian LRV yang digunakan LRT Jakarta memiliki baterai yang dapat digunakan sebagai sumber listrik darurat sehingga kereta dapat berjalan sampai stasiun terdekat untuk mengevakuasi penumpang.

Listrik di Jabodetabek kembali menyala sekitar pukul 6 sore. Setelah listrik menyala, perjalanan MRT Jakarta dan LRT Jakarta kembali normal seperti biasanya. Pihak MRT Jakarta menggratiskan perjalanan sampai kereta terakhir sebagai kompensasi atas pemadaman yang terjadi.

Meski listrik telah menyala, perjalanan KRL Commuter Line dan KA Bandara belum sepenuhnya normal karena LAA masih belum sepenuhnya menyala di sejumlah wilayah. Perjalanan diperkirakan baru kembali normal besok pagi.

Dikutip dari rilis yang dikeluarkan PLN, pemadaman yang terjadi di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali terjadi akibat trip yang terjadi pada gas turbin nomor 1 hingga 6 di PLTG Suralaya, Cilegon, Banten serta gangguan pada SUTET yang terjadi di Jawa Barat.

(RED/BTS)

loading...

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: