Layanan Kereta Api Hong Kong Lumpuh Akibat Pengrusakan Stasiun dan Kereta

Seorang petugas saat menutup Stasiun MTR Mon Kok usai dirusak massa pada Senin kemarin | The Straits Times

[10/10]. Layanan kereta api di sejumlah titik di Hong Kong lumpuh setelah insiden pengrusakan dan pembakaran fasilitas di sejumlah stasiun pada Senin (6/10) malam. Perusahaan kereta metro Hong Kong, MTR, menutup layanan perjalanan kereta metro di sejumlah stasiun usai perusakan fasilitas yang terjadi pada Senin kemarin.

Sebanyak 13 stasiun metro di seluruh jaringan ditutup karena kerusakan yang cukup parah pada hari Selasa. Namun dua stasiun kemudian dibuka kembali yakni Stasiun Po Lam dan Stasiun Tai Po Market. Pada Senin malam sekelompok massa mendobrak pintu stasiun dan merusak sejumlah fasilitas yang ada di stasiun metro Hong Kong seperti gate, loket, mesin penjualan tiket, CCTV, dan layar informasi menggunakan palu dan tongkat besi.

Akibat peristiwa ini sebanyak 12.000 gate, 800 mesin penjual tiket dan loket, 900 unit CCTV, dan 40 lift mengalami kerusakan akibat pengrusakan ini. Layanan di stasiun MTR yang dirusak baru akan dibuka setelah perbaikan fasilitas selesai dilakukan. Tak hanya kereta metro, layanan kereta api jarak jauh juga menjadi korban pengrusakan ini.

Massa yang merusak rangkaian KA antar wilayah yang melintas langsung di Stasiun MTR Fan Ling | HKFP

Satu rangkaian kereta antar wilayah relasi Hong Kong – Guangzhou yang melintas langsung di Stasiun MTR Fan Ling dirusak oleh massa. Mereka melempari kereta dengan batu serta memukuli rangkaian kereta dengan tongkat besi dan palu..

Massa bahkan sempat berusaha memblokir jalur rel dengan batu bata dan sepeda yang dilempar ke jalur rel supaya kereta tidak dapat melintas. Dari rekaman video amatir yang beredar, saat pengrusakan terjadi penumpang terlihat berada di dalam kereta.

Akibat kerusuhan ini, pihak operator kereta api menghentikan sementara layanan kereta antar wilayah yang menghubungkan Tiongkok Daratan dengan Hong Kong. Meski demikian, layanan kereta cepat yang menghubungkan Tiongkok Daratan dengan Hong Kong masih beroperasi seperti biasanya.

Puluhan aksi damai dan kerusuhan terjadi di Hong Kong sejak bulan Juni lalu setelah Pemerintah Hong Kong mensahkan Undang-Undang Ekstradisi yang mengizinkan tahanan Hong Kong untuk diekstradisi dan diadili di Tiongkok Daratan.

(RED/BTS)

Straits Times | Hong Kong Free Press

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

×