Ditolak Gubernur Shizuoka, Proyek Maglev Jepang Terancam Molor

Ilustrasi maglev Jepang | Foto: Nikkei

[29/6] Proyek jalur maglev Tokyo – Nagoya diprediksi akan molor dari target sebelumnya yakni tahun 2027. Hal ini terjadi setelah proyek ini mendapatkan penolakan dari gubernur Shizuoka.

Seperti dilansir dari Asahi Shimbun, Dirut JR Tokai Shin Kaneko sudah melakukan pertemuan secara langsung dengan Gubernur Shizuoka Heita Kawakatsu untuk membahas proyek ini. Hasilnya Kawakatsu tetap menolak proyek ini melintasi wilayah yang dipimpinnya sampai JR Tokai mau membuat perjanjian atas dampak lingkungan yang akan ditimbulkan oleh proyek ini.

Sebelumnya, dilansir dari Japan Times , Pemerintah Prefektur Shizuoka menolak proyek jalur maglev pada 2019 karena dikhawatirkan proyek ini akan menyebabkan kerusakan pada Sungai Oigawa yang menjadi sumber air utama warga dan perkebunan teh yang sangat terkenal di Shizuoka.

Pekerjaan pembangunan terowongan bawah tanah di kawasan Shizuoka seharusnya dimulai pada akhir Juni ini. Terowongan ini rencananya akan menembus pegunungan di selatan Jepang. Berdasar peraturan perundang-undangan di Jepang pembangunan proyek yang melintasi sungai harus mendapat persetujuan dari gubernur setempat.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang berencana akan melakukan evaluasi mengenai dampak lingkungan yang akan ditimbulkan proyek jalur maglev ini serta menjembatani JR Tokai dan Pemerintah Prefektur Shizuoka untuk mencapai kesepakatan dalam proyek ini.

Jalur maglev ini rencananya akan dibangun menghubungkan Stasiun Shinagawa di Tokyo dan Stasiun Nagoya sejajar dengan Jalur Chuo Shinkansen. Maglev ini dirancang dapat melaju hingga kecepatan 500 km/jam sehingga waktu tempuh Tokyo – Nagoya dapat dipangkas jadi 40 menit saja. (RED/BTS)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: