KA Jaka Tingkir menyusul Madiun Jaya non-AC di Maguwo
Proses penyusulan terjadi ketika KA yang bergerak lebih cepat bertemu dengan KA yang bergerak lebih lambat di depannya. Sehingga KA yang lebih lambat ini harus menepi di sepur belok untuk mengalah dengan KA yang lebih cepat.
Proses persusulan tetapi tidak selamanya hanya KA yang di sepur belok berhenti menunggu KA yang lebih cepat. Momen dua KA berjalan beriringan juga memiliki karakteristik yang mirip dengan persusulan, meskipun ada ciri khasnya sendiri. Momen KA beriringan dapat ditemui di beberapa tempat yang berupa percabangan seperti Manggarai, Jatinegara, peralihan jalur dwiganda di Cakung, dan Cirebon.
Proses persusulan dapat dilakukan tidak hanya di sepur belok. Seperti misal di sini, KA Matarmaja ditahan dari memasuki Jatinegara, mengalah dengan KA Bangunkarta dari ManggaraiSebuah jumpa yang dahulu disangka tak mungkin. Mutiara Selatan bersiap menyusul KRL Commuter Line dari jalur dwiganda di CakungKLB KRL ujicoba Seri 205 balapan saat keluar dari Dipo Depok dengan KRL Seri 6000 rangkaian 6117F memasuki DepokKRL Seri 5000 keluar dari Manggarai menuju Bogor, sedang KRL Seri 6000 di belakangnya keluar menuju BekasiKA Taksaka menyusul MPJR di Stasiun Ciledug semasa proyek jalur gandaLokomotif CC 300 disusul KA Argo Bromo Anggrek di Cirebon PrujakanTerkadang momen silang dan susul bisa terjadi sekaligus jika sebuah jalur tunggal sudah sangat sibukKA Lodaya yang memutar lewat utara menyusul KA Pasundan yang memutar lewat utara sekaligus menyilang KA Fajar Utama Yogyakarta di Ciledug setelah terjadinya anjloknya KA Malabar, 2014KRL Feeder Jakarta Kota-Kampung Bandan balapan dengan KRL Commuter Line Bogor-Jatinegara di Kampung Bandan