Oslo Metro Akan Jalankan Sistem CBTC Melalui Jaringan Seluler Publik

Ilustrasi armada Oslo Metro | Foto: Kjetil Ree, WIkimedia Commons
Ilustrasi armada Oslo Metro | Foto: Kjetil Ree, WIkimedia Commons

[25/6] Sistem CBTC (Communication-Based Train Control) adalah sistem pengendalian kereta api yang berbasis gelombang radio sebagai komunikasi data. Di Indonesia sendiri sistem seperti ini telah digunakan operator MRT Jakarta. Sistem seperti ini pada umumnya menggunakan jaringan telekomunikasi yang khusus, namun bagaimana jika sistem ini digunakan dengan menggunakan jaringan seluler publik?

Hal inilah yang dilakukan oleh operator Oslo Metro, Sporveien. Dilansir dari Railway Gazette Sporveien telah meneken kerjasama dengan operator seluler Swedia, Telia untuk menyediakan backbone komunikasi nirkabel. Perjanjian ini merupakan bagian terbesar pada sistem CBTC, yaitu senilai sekitar 100 miliar Krona Norwegia sepanjang usia sistem persinyalan tersebut.

Sporveien telah memutuskan untuk memasang sistem CBTC pada jaringan Metro mereka untuk menggantikan sistem persinyalan eksisting yang diyakini akan meningkatkan kapasitas, mempersingkat waktu tunggu, dan meningkatkan manajemen trafik. Proyek senilai 5,4 miliar Krona Norwegia ini diperkirakan akan selesai pada 2027 mendatang.

Sporveien meyakini menggunakan jaringan seluler publik akan menghasilkan sistem dengan keandalan yang lebih baik dan biaya yang lebih rendah. Penggunaan jaringan seluler publik ini diperkirakan akan menghemat sekitar 100 hingga 200 juta Krona Norwegia.

Kontrak ini mencakup klausa ketersediaan dan tingkat pelayanan yang ketat. Pihak Telia diharuskan memastikan agar jaringan seluler di seluruh sitem Metro terus tersedia, dan transfer data persinyalan tetap diprioritaskan bahkan pada saat ada trafik yang tinggi pada jaringan seluler.

Menurut CEO Sporveien Cato Hellesjø, keterjangkauan jaringan seluler di Norwegia sudah “berkelas dunia” dengan layanan yang canggih dan stabil. Ia menambahkan dengan memanfaatkan jaringan seluler publik, pihaknya memanfaatkan teknologi yang sudah ada secara tepat guna, dan akan mendapat keuntungan dari perkembangan teknologinya.

Sementara menurut Chief Commerical Officer for business market Telia Jon Christian Hillestad, kontrak ini merupakan pendekatan inovatif dan platform mereka dapat berkontribusi ke keandalan sistem persinyalan. (RED/IHF)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: