Sejumlah Negara Eropa Akan Hidupkan Kembali Layanan Kereta Tidur

Ilustrasi kereta tidur | The Savy Backpacker

[29/7] Layanan kereta tidur di Eropa sempat berkurang pamornya berkat penerbangan murah dan kereta cepat. Namun pandemi ini tampak membangkitkan kembali minat terhadap kereta tidur. Penambahan jadwal dan peningkatan kapasitas dilakukan untuk menunjang kebutuhan masyarakat, termasuk menghidupkan kembali layanan yang sudah lama dimatikan.

Sejumlah negara di Eropa berencana untuk menghidupkan kembali layanan kereta tidur. Seperti dilansir dari Traveller.com.au, Perancis berencana untuk menghidupkan kembali layanan kereta malam dengan rute dari Paris ke Nice di pesisir Laut Mediterania dan Tarbes di Pyrenees. Kereta malam di kedua rute ini rencananya akan mulai beroperasi pada 2022.

Juru bicara kampanye Oui au Train de Nuit (Yes to the Night Train) Charles-Henri Paquette mengatakan pihaknya mendukung penuh rencana ini. Menurutnya biaya pengembangan kereta konvensional jauh lebih murah ketimbang moda transportasi lainnya karena hanya membutuhkan pembiayaan publik yang sedikit. Terlebih jika dibandingkan dengan kereta cepat yang harus membangun infrastruktur baru.

Senator Perancis Guillaume Gontard mengungkap alasan unik di balik rencana pengoperasian kembali layanan kereta malam ini. Ia mengatakan kereta malam bisa menjadi salah satu sarana para pebisnis yang sibuk untuk bisa berkumpul dengan keluarganya serta tetap bisa bekerja pada pagi harinya.

Presiden Perancis Emmanuel Macron sendiri berjanji akan kembali mengembangkan layanan kereta barang dan kereta tidur selama masa jabatannya di mana sebagian besar proyek ini dihentikan semasa pemerintahan sosialis berkuasa.

Swedia pun juga tidak mau kalah. Pemerintah Swedia berencana akan membiayai penghidupan kembali layanan kereta tidur yang menghubungkan kota Stockholm dan Malmö dengan Hamburg, Jerman dan Brussel, Belgia.

Jauh sebelum Perancis dan Belgia, operator kereta api Austria, Osterreichische Bundesbahnen, sudah mengoperasikan kembali separuh layanan kereta malam yang menghubungkan Austria, Swiss, dan Italia dengan sejumlah kota di Jerman seperti Berlin, Hamburg, dan Munchen.

Jaringan kereta malam yang baru juga menghubungkan sejumlah negara lainnya seperti Republik Ceko, Slovakia, Hungaria, Slovenia, dan Kroasia. Layanan kereta malam ini terbukti populer di kalangan para pelancong.(RED/BTS)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×