Penggantian Logo KAI Tuai Beragam Kritik

Logo baru PT KAI

[29/9] Penggantian logo PT KAI baru saja dilakukan pada acara puncak ulang tahunnya yang ke-75 kemarin (28/9). Namun proses penggantian ini sudah mulai menuai kritik dari berbagai kalaangan, baik organisasi ataupun masyarakat. Salah satu organisasi yang mengkritik penggantian logo ini adalah organisasi Institut Studi Transportasi (Instran).

Dilansir dari Bisnis.com, Direktur Eksekutif Instran Deddy Herlambang menilai penggantian logo untuk perusahaan besar tidak cukup penting. Pasalnya logo terakhir KAI (logo Next Step) baru diterapkan 2011 lalu melalui sayembara logo. Namun belum genap 10 tahun logo ini telah diganti, sedangkan menurutnya membangun brand dengan logo tidak hanya makan waktu 5-10 tahun, tetapi bisa puluhan hingga ratusan tahun.

Ia mengatakan pihaknya menyayangkan karena pada masa pandemi penggantian logo ini adalah pembirosan, karena otomatis semua marketing-kit, dari sarana, prasarana, hingga baju seragam, alat-alat administrasi, hingga ke anak-anak perusahaan akan berganti logo semua, dengan biaya yang tidak sedikit. Ia menambahkan lwbuh baik dana ini dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan KAI dan membantu anak usaha yang butuh biaya.

Ia memberi contoh peron di Stasiun Tanah Abang dan stasiun-stasiun lain yang masih tidak sesuai dengan tinggi kereta. Sinkronisasi SPM di kereta api juga ia sebut membutuhkan biaya. Ia menekankan sebuah logo mewakili visi-misi yang bermakna berat akan citra perusahaan, dan lebih penting pelayanan yang baru ketimbang logonya, karena pergantian logo ini dinilai tidak produktif pagi pelayanan transportasi sendiri.

Sementara itu di media sosial tanggapan akan logo ini cukup beragam dari berbagai kalangan. Seperti misalnya di  fanpage Facebook resmi KAI yaitu Kereta Api Kita, ada yang mendukung karena menganggap penggantian logo akan mencerminkan semangat baru, namun ada juga yang mengkritisi karena desain yang dianggap kemunduran ataupun juga karena dinilai pemborosan. (RED/IHF)

Tinggalkan komentar...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×
%d blogger menyukai ini: