Perancis Larang Penerbangan Domestik Setara 2,5 Jam Perjalanan KA

Pesawat Air France Perancis
Ilustrasi pesawat salah satu maskapai Perancis, Air France | Foto: Eric Salard, Flickr, CC-BY-SA

[13/4] Anggota parlemen Perancis (MP) pada Sabtu (10/4) lalu telah menyetujui untuk melarang penerbangan domestik pada rute yang bisa dijangkau KA dalam 2,5 jam. Keputusan ini diambil saat pemerintah Perancis berupaya menekan emisi karbon bahkan saat industri aviasi sedang berjuang melawan dampak pandemi COVID-19.

Dilansir dari Irish Times, kebijakan ini merupakan bagian dari peraturan lingkungan hidup yang lebih luas. Ditargetkan emisi karbon di Perancis dapat dikurangi sebesar 40% dari tingkatan tahun 1990 pada 2030 mendatang. Kebijakan ini berlaku untuk penerbangan domestik dari Paris Orly, sedangkan penerbangan dari Paris Charles de Gaulle/Roissy untuk saat ini tidak terdampak.

Pelaku industri aviasi mengkritik kebijakan ini karena menilai masa pandemi bukan saatnya menerapkan kebijakan tersebut. Namun Menteri Industri Agnes Pannier-Runacher menepis kritik terhadap kebijakan ini. Ia mengklaim “industri penerbangan menghasilkan karbon, dan karena perubahan iklim maka emisi harus dikurangi”. Namun ia juga mengklaim akan “terus mendukung industri agar tidak jatuh”.

Kebijakan ini sendiri disepakati tidak lama setelah Pemerintah Perancis memberikan bantuan sebesar 4 miliar Euro (69,5 triliun Rupiah) ke Air France-KLM dan meningkatkan saham mereka di maskapai tersebut. Sementara itu dilansir dari The Guardian, sebelumnya maskapai ini juga telah mendapat bantuan sebesar 7 miliar Euro (121,7 triliun Rupiah). Namun bantuan ini memiliki syarat pengurangan rute domestik.

Sebelumnya Presiden Perancis Emmanuel Macron merekomendasikan larangan ini berlaku untuk penerbangan yang setara 4 jam perjalanan KA. Namun opsi 2,5 jam diambil atas desakan Air France-KLM dan penolakan dari wilayah lain. Menteri Perhubungan Perancis Jean-Baptiste Djebbari mengatakan jika opsi 4 jam dipilih, maka sejumlah wilayah dapat terisolasi yang ia nilai berpotensi tidak adil.

Sementara itu pendapat di MP Perancis sendiri berbeda-beda. Ada yang tidak sepakat karena penerapan ini berpotensi menghilangkan banyak pekerjaan. Sedangkan ada yang berpendapat seharusnya rekomendasi 4 jam tetap diterapkan. Sikap yang sama pun juga diambil oleh sejumlah aktivis lingkungan yang meminta larangan yang dipilih adalah sesuai rekomendasi awal yaitu setara 4 jam KA.

Daftar rute yang terdampak oleh kebijakan ini akan dirilis dalam peraturan resmi kemudian. Namun berdasarkan analisis dari One Mile at a Time, mengutip dari Reseau Action Climat, hanya ada 5 rute yang berpotensi terdampak larangan penerbangan domestik di Perancis. Yaitu dari Paris Orly ke Bordeaux, Lyon, Nantes, Rennes, dan Lyon ke Marseille.

Iklan dari Mitra

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×