Stasiun Padalarang Akan Jadi Hub Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ilustrasi Stasiun Padalarang | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

[14/4] Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) berencana akan menjadikan Stasiun Padalarang sebagai hub penghubung antar moda untuk kereta cepat Jakarta-Bandung. Seperti dilansir dari Tempo, hal tersebut disampaikan oleh Dirut KCIC Dwiyana Slamet Riyadi pada Senin (12/4) kemarin.

Rencana hub penghubung di Padalarang ini disampaikan Riyadi di depan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, serta Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qia.

Pembangunan hub penghubung antar moda ini akan dilakukan di sisi barat stasiun. Nantinya bangunan baru Stasiun Padalarang ini akan memiliki tiga bangunan utama. Yang pertama adalah bangunan hub yang terhubung dengan sky hall dengan eskalator.

Kemudian peron di jalur 4 dan jalur 2 Stasiun Padalarang yang nantinya akan digunakan sebagai tempat berhenti kereta feeder menuju Bandung. Jalur 4 dipilih karena lokasinya yang dekat dengan tempat proyek kereta cepat. Sedangkan jalur 2 dipilih karena lebih memudahkan penumpang untuk berganti moda.

Pembangunan hub di Stasiun Padalarang rencananya akan dilakukan dalam 2 tahap. Dirut KAI Didiek Hartantyo mengatakan integrasi dengan kereta cepat di Padalarang sesuai dengan arahan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada 26 November 2020 lalu.

Ada beberapa alasan dipilihnya Stasiun Padalarang sebagai hub transit kereta cepat. Pertama lokasinya yang lebih dekat ke Bandung ketimbang Tegalluar. Selain itu fasilitas yang dibangun sebagian besar berada di lahan milik KAI dan sebagian kecil dilakukan di lahan milik warga. Didiek menargetkan pembebasan lahan warga yang terdampak pembangunan fasilitas hub ini dapat dimulai setelah Idulfitri.

Penataan kawasan sekitar Stasiun Padalarang juga akan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan serta mencegah kemacetan yang selama ini terjadi bertambah parah.(RED/BTS)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: