DJKA Tampilkan Rencana Elektrifikasi Lintas Solo Balapan-Palur

Stasiun Palur
Foto udara Stasiun Palur | Foto: BTP Jabagteng

[15/4] Setelah pada Januari lalu dikabarkan bahwa proyek elektrifikasi Daop 6 Yogyakarta akan berlanjut ke Solo Jebres, ternyata proyek ini juga akan menjangkau Stasiun Palur. Sehingga lintas yang mendapat proyek elektrifikasi menjadi Solo Balapan-Palur.

Dilansir dari Instagram Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah (BTP Jabagteng), tampak video yang memaparkan rencana elektrifikasi Solo Balapan-Palur. Tampak dalam video tersebut tulisan “Penataan Track Layout dan Pembangunan Listrik Aliran Atas dan Gardu Listrik Palur – Solo Balapan”.

Dalam video rilisan lembaga yang merupakan unit kerja DJKA ini tampak sejumlah highlight rencana pembangunan, terutama di Stasiun Solo Jebres. Di Stasiun Palur, video ini hanya memberi highlight Stasiun Palur tanpa memberi penjelasan lanjutan rencana pembangunan. Meski demikian, tampak telah ada truk proyek yang telah menurunkan sejumlah tiang.

Stasiun Solo Jebres
Tampak udara Stasiun Solo Jebres dengan highlight rencana depo KRL | Foto: BTP Jabagteng

Berlanjut ke Stasiun Solo Jebres, tampak sejumlah rencana penataan track layout di stasiun ini. Sebagai permulaan, di sisi utara stasiun (kanan foto) akan dibangun depo KRL. Lalu kemudian terdapat dua jalur stabling (jalur 4 dan 5) yang rencananya akan dijadikan peron dan ditambahkan overkaping.

Gardu traksi Solo Jebres
Rencana gardu traksi di sisi barat Stasiun Solo Jebres | Foto: BTP Jabagteng

Berlanjut ke sisi barat Stasiun Solo Jebres, akan dibangun gardu traksi yang berada di dekat perlintasan KA. Sedangkan di antara Stasiun Solo Jebres dan Solo Balapan terdapat dua jembatan overpass yang di-highlight dan sebuah jembatan penyeberangan orang (JPO).

Overpass Solo Balapan-Solo Jebres
Salah satu overpass di antara Solo Balapan-Solo Jebres | Foto: BTP Jabagteng

Meskipun belum ada keterangan rencana apa yang akan dilakukan terhadap overpass ini, berdasarkan diskusi di media sosial overpass tersebut akan dibongkar. Dalam diskusi tersebut disebutkan bahwa overpass ini akan dibongkar karena tingginya tidak memadai untuk operasional KRL.  (RED/IHF)

Iklan dari Mitra

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×