Restoran di Jepang Tidak Jadi Tutup Berkat Foto Kucing di atas Diorama KA

..

Kucing diorama KA
Kucing bermain di atas diorama KA Diorama Restaurant | Foto: @Caferest_bar_Fe via Kompas

[23/6] Kucing dan dunia kereta api di Jepang memang merupakan hal yang seringkali melekat. Di sejumlah perusahaan KA, tidak jarang seekor kucing menjadi kepala stasiun untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Namun bagaimana dengan kucing yang seakan menjadi “raksasa” di diorama KA?

Hal inilah yang terjadi pada restoran Diorama Restaurant di Osaka, Jepang. Dilansir dari Kompas, Diorama Restaurant berhasil mendatangkan banyak pengunjung setelah foto-foto kucing liar yang berjalan di tengah diorama KA menjadi viral.

Diorama Restaurant milik Naoki Teraoka ini aslinya buka pada 2018 silam dengan ciri khas diorama KAnya. Pelanggan pun juga dapat menjalankan kereta mini mereka sendiri di atas diorama. Restoran ini kemudian sempat tutup akibat pandemi COVID-19 dari Maret hingga Mei 2020. Restoran ini kemudian buka kembali pada Juni, namun tidak banyak pelanggan yang datang.

Teraoka pun sempat mempertimbangkan untuk menutup restoran ini. Namun selama jangka waktu tersebut, ia mulai merawat empat anak kucing beserta induknya di dekat restoran tersebut. Pada Agustus 2020, ia mengunggah video kucing hasil adopsinya sedang bermain dengan diorama KAnya ke Twitter dan media sosialnya.

Pengikut media sosialnya pun melonjak 10 kali lipat, para penggemar pun mulai mengirimkan hadiah seperti makanan kucing. Teraoka pun memutuskan untuk mempertahankan bisnis restorannya. Pada saat jam buka, kucing-kucing ini disimpan di dalam kandang agar para pengunjung tetap bisa menikmati diorama.

Setelah jam tutup restoran, kucing-kucing ini pun dibebaskan untuk bertingkah sesuai keinginan. Mereka tidak segan untuk berjalan di atas rel kereta dan merusak diorama tersebut. Teraoka tidak merasa terganggu atas hal ini, padahal sebelumnya ia tak dapat memaafkan orang yang memperlakukan diorama secara kasar.

Menghadapi hal ini, Diorama Restaurant melakukan perawatan atas diorama lebih rutin, yaitu dua kali seminggu. Mereka juga mengganti suku cadang agar lebih kokoh dan dapat menopang bobot kucing yang semakin bertambah.

Teraoka sebelumnya mengatakan ia merasakan kehangatan orang-orang berkat anak kucing tersebut dan menjadi ingin membuka restoran lagi. Ia menambahkan awalnya ia ingin menyelamatkan kucing tersebut, tetapi akhirnya kucing tersebut menyelamatkan dia juga. (RED/IHF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×