Mengenal Konstruksi Longspan di LRT Jabodebek

Longspan LRT Jabodebek Kuningan
Longspan LRT Jabodebek di Kuningan yang memecahkan rekor MURI | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

LRT Jabodebek yang menghubungkan antara Cibubur dan Bekasi dengan Kuningan semakin dekat dengan penyelesaian. Dalam konstruksinya, LRT Jabodebek yang hampir seluruh lintasnya adalah lintas layang memiliki beberapa jembatan bentang panjang atau disebut juga dengan longspan.

Menurut Satuan Kerja LRT Jabodebek, konstruksi longspan adalah sebuah bentang jembatan dengan jarak antar pilar mencapai 45 meter atau lebih. Sementara menurut Britannica, longspan adalah bentang bangunan dengan ruang tanpa pilar mencapai 30 meter atau lebih.

Struktur longspan sendiri dapat melintasi apa saja, seperti sungai, jalan raya, jembatan, atau halangan lain. Struktur longspan digunakan untuk meminimalisir hambatan lalu lintas di jalan yang di bawahnya, seperti yang diterapkan di wilayah Kuningan.

Berikut adalah 10 konstruksi longspan yang berada di LRT Jabodebek.

Longspan JORR dan Cililitan

Longspan JORR dan Cililitan
Longspan JORR dan Cililitan | Foto: Satker LRT Jabodebek

Longspan JORR dan Cililitan berada di Lintas Pelayanan 1 yaitu Lintas Cawang-Harjamukti. Longspan JORR berada di sisi utara Stasiun Kampung Rambutan dan menyeberangi simpang susun antara JORR Selatan dengan Tol Jagorawi. Sedangkan longspan Cililitan berada di dekat pintu keluar ke arah UKI dan menyeberangi Tol Jagorawi.

Longspan JORR dan Cililitan keduanya memiliki dimensi panjang 54-90-54 meter. Akan tetapi, longspan JORR menggunakan teknik konstruksi precast segmental U-box girder. Sedang longspan Cililitan menggunakan teknik konstruksi cast insitu traveler form box girder.

Teknik konstruksi precast atau dalam bahasa Indonesianya beton pracetak adalah teknik konstruksi di mana beton telah dicetak di lokasi tertentu sebelum dikirim ke tempat proyek. Sedangkan teknik konstruksi cast insitu adalah teknik konstruksi di mana beton dicetak di tempat proyek.

Teknik konstruksi precast memiliki keunggulan kemudahan dalam pengendalian kualitas, namun teknik konstruksi cast in situ memiliki fleksibilitas yang lebih baik untuk struktur yang bentuknya lebih rumit.

Sedang untuk posisi, longspan JORR berada pada level 3, sedang longspan Cililitan berada pada level 2. Menurut Satuan Kerja LRT Jabodebek saat Tim REDaksi tanyakan, level ini merupakan indikator kesulitan dari proses konstruksi.

Longspan Cawang dan Ciliwung

Longspan Cawang dan Ciliwung
Longspan Cawang dan Ciliwung | Foto: Satker LRT Jabodebek

Longspan Cawang berada di titik pertemuan dua lintas pelayanan, yaitu Lintas Pelayanan 1 Cawang-Harjamukti dan Lintas Pelayanan 3 Cawang-Jatimulya. Sedangkan longspan Ciliwung berada di Lintas Pelayanan 2 Cawang-Dukuh Atas.

Longspan Cawang menyeberangi perempatan Cawang antara Jalan Mayjend Sutoyo dengan DI Panjaitan, MT Haryono, dan Halim Perdana Kusuma dan dekat dengan Stasiun LRT Cawang (bukan Stasiun Cawang KRL Commuter Line). Sedangkan longspan Ciliwung menyeberangi Sungai Ciliwung dan dekat dengan Stasiun LRT Ciliwung.

Untuk dimensi, longspan Cawang memiliki panjang 45-75-45 meter. Sedangkan longspan Ciliwung memiliki panjang 48-80-48 meter. Untuk teknik konstruksi sendiri, keduanya menggunakan teknik precast segmental dan berada dalam kesulitan level 2 dan 3.

Longspan Cikoko dan Kuningan

Longspan Cikoko dan Kuningan
Longspan Cikoko dan Kuningan | Foto: Satker LRT Jabodebek

Longspan Cikoko dan Kuningan keduanya berada di Lintas Pelayanan 2 Cawang-Dukuh Atas. Longspan Cikoko berada di dekat Menara Saidah dan menyeberangi jalur KRL Commuter Line Manggarai-Bogor. Sedang longspan Kuningan berada di perempatan Jalan Gatot Subroto dan HR Rasuna Said.

Longspan Cikoko memiliki panjang 54-90-54 meter. Sedangkan longspan Kuningan memiliki panjang 86,5-148-86,5 meter. Konstruksi kedua longspan ini menggunakan teknik cast in situ traveler form box girder. Sedangkan untuk posisinya, longspan Cikoko berada di level 2, sementara longspan Kuningan berada di level 4.

Longspan Kuningan ini kemudian memperoleh dua rekor MURI sekaligus, yaitu rekor jembatan kereta boks lengkung dengan bentang terpanjang dan radius terkecil di Indonesia, serta pengujian axial static loading test pada pondasi bored pile dengan beban terbesar di Indonesia, dengan beban pengujian hingga 4.440 ton.

Longspan Dukuh Atas dan Halim

Longspan Dukuh Atas dan Halim
Longspan Dukuh Atas dan Halim | Foto: Satker LRT Jabodebek

Longspan Dukuh Atas berada di Lintas Pelayanan 2 Cawang-Dukuh Atas. Sedangkan longspan Halim berada di Lintas Pelayanan 3 Cawang-Jatimulya. Longspan Dukuh Atas berada di lokasi pembangunan Stasiun Dukuh Atas. Sedang longspan Halim berada di simpang susun antara Tol Jakarta-Cikampek, Jagorawi, dan Dalam Kota, dekat dengan calon Stasiun Halim.

Longspan Dukuh Atas memiliki panjang 128-90 meter. Sedangkan longspan Halim memiliki panjang 54-90-54 meter. Konstruksi longspan Dukuh Atas menggunakan teknik cast in situ box girder, sedangkan konstruksi longspan Halim menggunakan teknik precast segmental box girder.

Untuk posisi kedua longspan tersebut berada pada level 2.

Longspan Cikunir dan Kali Bekasi

Longspan Cikunir dan Kali Bekasi
Longspan Cikunir dan Kali Bekasi | Foto: Satker LRT Jabodebek

Longspan Cikunir dan Kali Bekasi keduanya berada di Lintas Pelayanan 3 Cawang-Jatimulya. Longspan Cikunir berada di atas simpang susun Cikunir antara Tol JORR dan Tol Jakarta-Cikampek dekat calon Stasiun Jatibening. Sedangkan longspan Kali Bekasi berada di atas Kali Bekasi, dekat calon Stasiun Bekasi Barat.

Longspan Cikunir memiliki panjang 65-105-65 meter. Sedangkan longspan Kali Bekasi memiliki panjang 54-90-54 meter. Konstruksi longspan Cikunir menggunakan precast segmental box girder. Sedangkan konstruksi longspan Kali Bekasi menggunakan precast segmental U-box girder.

Untuk posisi, longspan Cikunir berada di posisi level 3, sedangkan longspan Kali Bekasi berada di posisi level 2.

Demikianlah ulasan Tim REDaksi atas konstruksi longspan yang berada di LRT Jabodebek. Tidak sabar menanti LRT Jabodebek beroperasi? Semoga saja penyelesaian moda transportasi ini tidak lagi tertunda. (RED/IHF)

Referensi

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×