Mengenal KRL Tokyo Metro Seri 8000, KRL Pertama Jalur Hanzomon

tokyo metro 8000
KRL Tokyo Metro seri 8000 rangkaian 8101F | Foto: Cfktj1596/Wikimedia Commons (CC-BY-SA)

KRL Tokyo Metro seri 8000 adalah KRL komuter milik Tokyo Metro, sebuah perusahaan kereta api komuter bawah tanah Kota Tokyo, yang mulai beroperasi pada 1 April 1981. Beroperasi di Jalur Hanzomon, KRL ini juga merupakan armada KRL pertama Tokyo Metro (saat itu bernama Eidan) untuk jalur tersebut.

Selain itu, KRL ini merupakan KRL pertama milik Eidan dan juga KRL pertama di Jepang yang menggunakan bogi bolsterless. Bogi ini menghilangkan bolster beam dan pertama kali dipopulerkan untuk lokomotif di Prancis dan Amerika Serikat setelah paruh kedua tahun 1950-an.

KRL seri ini diproduksi dalam 6 angkatan, dan telah beroperasi sekitar 40 tahun lamanya. Baru sekarang ini KRL ini akan digantikan KRL seri 18000. Penasaran tentang KRL seri 8000? Berikut ulasan dari Tim REDaksi.

Selayang Pandang KRL Tokyo Metro Seri 8000

Eksterior

KRL Tokyo Metro seri 8000 rangkaian 8110F saat belum diremajakan, masih dengan traksi AVF-chopper | Foto: LERK/Wikimedia Commons (CC-BY-SA)

KRL seri 8000 sekilas memiliki bentuk yang serupa dengan KRL seri 6000 dan seri 7000. Hal ini memang karena maskara kereta didasarkan pada desain KRL seri 6000 Jalur Chiyoda, namun desainnya telah dimodifikasi menjadi seperti bingkai, dan tampilan nomor layanan dan tujuan disediakan secara terpisah di bagian atas.

Kemiringan bagian depan diperpanjang ke bawah dan bagian bawah rangka bawah dimiringkan ke bagian dalam. Lampu depan dan belakang berbentuk bujur sangkar dan ditempatkan di bagian striping ungu pada bagian maskara. Seperti KRL seri 6000, pintu darurat di bagian depan memiliki tangga darurat yang terpasang pada pintu gangway. Cara menggunakan pintu daruratnya pun sama, yaitu dengan menurunkan pintu tersebut ke arah depan.

Rancangan awal mockup KRL seri 8000 memiliki desain dasar yang sama dengan hasil produksi, namun bentuk lampu depan bulat dengan lampu tanda akhiran kereta yang terpisah. Sehingga bentuk awal KRL ini lebih mirip KRL seri 6000.

Struktur bodi kereta hingga angkatan ke-5 adalah struktur kerangka yang menggabungkan pelat dan profil aluminium dan dirakit dengan metode pengelasan total. Sejak awal, jendela penumpang telah mengadopsi jenis jendela turun satu langkah, dan perubahan desain ini tercermin dalam seri 6000 dan 7000 yang diproduksi pada kurun waktu yang sama.

Mempertimbangkan pemisahan rangkaian saat perawatan di depo atau balai yasa, kereta 8500 dan 8600 diproduksi dengan memiliki kabin darurat yang dipasang di kotak penyimpanan di kompartemen di dekat bordes dengan lampu depan dan lampu akhiran pada sisi luar ruang depan bordes. Namun, karena diputuskan untuk menggunakan unit kabin darurat portabel untuk kelompok produksi ketiga dan selanjutnya, lampu depan dan lampu akhiran dihilangkan.

Pendingin udara

Sejak awal, KRL ini disiapkan agar AC terpusat bisa dipasang di tengah atap. Bukaan AC terpusat ditutup dengan penutup, dan dua ventilator dipasang di bagian atas dan dua kipas buang dipasang di depan dan di belakang bukaan untuk ventilasi bagian dalam gerbong. Sebuah saluran pendingin dan outlet dipasang di langit-langit di dalam kereta, dan kipas aliran silang (Linedelier) buatan Mitsubishi Electric dipasang di tengah.

Mulai tahun 1988 hingga 1989, semua rangkaian dirombak dengan perangkat AC tipe kontrol inverter dengan kapasitas pendinginan 42.000 kkal/jam. Kereta yang berpendingin lemah (jakurei) dalam rangkaian adalah kereta kedua.

Namun, hanya angkatan ke-1 hingga ke-3 yang tidak menggunakan AC saat keluar dari pabrik. Mulai angkatan ke-4 telah dilengkapi dengan perangkat AC sejak awal. Selain itu, pada rangkaian yang dilengkapi dengan AC, konverter DC-DC dengan keluaran 130 kW dengan kapasitas catu daya 5 kereta dipasang di bawah lantai kereta terdepan sebagai sumber daya pendingin.

Traksi dan Bogie

Chopper KRL 8000
Perangkat AVF-chopper KRL seri 8000 buatan Mitsubishi | Foto: The RW Place, Wikimedia Commons (CC-BY-SA)
Chopper KRL 8000
AVF-chopper KRL seri 8000 buatan Hitachi | Foto: The RW Place, Wikimedia Commons (CC-BY-SA)

Seperti KRL Tokyo Metro segenerasi, sistem kontrol traksi yang awalnya digunakan KRL seri 8000 adalah AVF-Chopper. Sistem ini merupakan penyempurnaan dari sistem serupa yang awalnya digunakan KRL seri 7000.

Perangkat AVF-chopper yang digunakan dibuat oleh Hitachi dan Mitsubishi. Sistem pendinginan yang digunakan oleh perangkat chopper ini adalah sistem freon alih-alih udara untuk meningkatkan keandalan. Sedangkan motor traksi yang digunakan memiliki output daya 160 kW. Motor traksi ini memiliki rasio gir 86:15 untuk mendukung operasi 100 km/jam.

Di antara tahun 2005 hingga 2015, sistem traksi pada KRL seri 8000 diubah menjadi sistem traksi VVVF. Proses peremajaan dan komponen yang diubah akan dijelaskan lebih lanjut di bagian peremajaan.

Sementara untuk bogie KRL seri 8000 menggunakan bogie bolsterless SS-101 buatan Sumitomo. Pada kereta angkatan ke-6, bogie yang digunakan adalah bogie SS-035A. Bogie yang serupa digunakan oleh KRL seri 03, 05, dan 07.

Bogie SS-101 8000
Bogie SS-101 KRL seri 8000 | Foto: The RW Place, Wikimedia Commons (CC-BY-SA)
Bogie SS-035
Bogie SS-035 KRL seri 8000 | Foto: 投稿者本製作, Wikimedia Commons, GFDL

Interior kereta

Interior asli KRL 8000
Interior asli KRL seri 8000 angkatan awal | Foto: Yaguchi, Wikimedia Commons, GFDL

Interior ruang penumpang KRL seri 8000 dibuat berdasarkan interior KRL seri 6000. Desain interior ini bertujuan agar penumpang merasakan kecerahan di ruang bawah tanah, dan suasana yang cerah namun tenang. Tampak dinding interior asli KRL seri 8000 berwarna krem ​​muda, dengan langit-langit berwarna putih, sedangkan lantainya memiliki pola “tirai bambu”.

Keduanya menggunakan material veneer matte, tetapi rangkaian angkatan ke-5 menggunakan bahan bersifat glossy. Selain itu, tirai jendela samping berwarna krem ​​termasuk angkatan ke-6, tetapi hanya 8110F, yang merupakan rangkaian angkatan ke-5, yang berwarna biru muda.

Untuk desain interior ini, Eidan mengusulkan “interior bergaya Mozart” kepada Tokyu Car. Dari sini, Eidan membidik interior dengan “nada warna yang cerah, menggemaskan, dan elegan seperti musik Mozart”.

Tempat duduknya merupakan tipe longitudinal seat (memanjang) dengan lebar 430 mm untuk satu orang. Jok kursi asli KRL seri 8000 memiliki pola merah tua dan merah muda, dengan kursi prioritas berwarna biru dengan garis perak. Kemudian, pada tahun 2000-an, warna garisnya berubah menjadi ungu (kursi prioritas berwarna ungu kebiruan), dan pola cetaknya diganti dengan pola tersendiri.

Sedangkan pegangan tangan seluruhnya memilik bentuk segitiga. Awalnya, pegangan tangan hanya berada di bagian depan bangku, dan ada batangan besi penghubung pegangan tangan di dekat pintu dan bagian tengah kereta. Namun, dari rangkaian angkatan ke-5, pegangan tangan juga dipasang di bagian batangan besi penghubung dekat pintu. Sementara itu, batangan besi di bagian tengah kereta dihilangkan. Di tahun-tahun berikutnya, ditambahkan juga pegangan tangan di atas pintu.

Bangku KRL 8000
Bangku KRL seri 8000 dengan corak aslinya | Foto: The RW Place, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Tinggi plafon di dalam rangkaian kelompok produksi pertama adalah 2.185 mm. Namun setelah angkatan ke-2, lekukan atap diubah dari 10.000 mm menjadi 6.000 mm untuk menaikkan tinggi plafon 45 mm menjadi 2.230 mm. Selain itu untuk pertama kalinya di Eidan diterapkan sistem jendela bilah tunggal dengan bukaan ke bawah, serta tempat duduk yang dibagi per orang untuk mempermudah duduknya penumpang. Selain itu, dari sudut pandang penanggulangan kebakaran dan pencegahan kebisingan, pintu gang satu sisi telah disediakan di kedua ujung setiap unit kereta.

Pintu penumpang

Pintu penumpang ditutupi dengan pelat dekoratif di sisi dalam ruangan, dan kaca pintu memiliki jendela kecil di kereta angkatan pertama, sedangkan rangkaian angkatan ke-2 dan seterusnya memiliki kaca pintu yang lebih besar.

Alat penutup pintu (door engine) untuk rangkaian angkatan ke-1 dan 2 (rangkaian 8101-8109F), rangkaian angkatan ke-3 hingga ke-5 (rangkaian 8110-8119F, kereta 8708/9, 8808/9) dan kereta angkatan ke-6 (8601-8607, 8701-8707) memiliki mekanisme yang berbeda.

Keduanya memiliki operasi dan suara yang berbeda pada saat membuka dan menutup pintu. Kereta angkatan ke-1 dan ke-2 memiliki perangkat dengan sistem operasi tekanan diferensial. Perangkat yang berada di bawah kursi ini terkenal menghasilkan suara yang berisik saat membuka dan menutup pintu.

Perangkat door engine kereta angkatan ke-3 memiliki suara yang lebih halus dan kecepatan membuka dan menutup pintu lebih lambat. Seperti pada kereta seri 01, door engine ini dipasang di atas pintu.

Perbedaan gerakan buka-tutup pintu pada KRL seri 8000 | Video: みるでぃす, Youtube

Pegangan tangan di dekat kursi prioritas kemudian diganti dengan yang berwarna oranye. Dari sekitar tahun 2007 (Heisei 19), notasi seperti pelat nomor kereta, penanda tombol SOS, katup pintu, penanda pemadam kebakaran, dan lainnya di dalam kereta diganti dengan yang dilapisi cat floresens sesuai dengan seri 10000.

Sementara untuk kereta angkatan ke-6 memiliki perbedaan yang cukup signifikan dan akan dijelaskan secara terpisah.

KRL Tokyo Metro 8000 angkatan ke-6

Kereta 8707
Kereta 8707, salah satu kereta seri 8000 angkatan ke-6 | Foto: The RW Place, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Kereta angkatan keenam yang diproduksi pada tahun 1994 (8601-8607, 8701-8707, total 14 kereta) berbeda secara signifikan dari kereta angkatan sebelumnya dalam hal struktur bodi dan spesifikasi interior. Desain ke-14 kereta ini menggunakan konsep desain “seri 0x” yang telah digunakan sebelumnya.

Metode pembuatan bodi sama dengan KRL seri 05 kelompok produksi pertama (05-101F hingga 05-113F), dan dinding kereta diselesaikan dengan mulus dengan metode pengelasan kontinu menggunakan profil ekstrusi aluminium besar. Jenis bodi yang sama juga digunakan pada KRL seri 05 kelompok produksi pertama. Karena badan kereta yang pendek, ketinggiannya tampak berbeda dari kereta seri 8000 kelompok produksi lain.

Sedangkan jarak pintu penumpang juga berbeda karena perubahan lebar tempat duduk dari 4.750 mm (3.450 mm + 1.300 mm, berdasarkan standar ruang dari 7 kursi) menjadi 4.870 mm (3.570 mm + 1.300 mm). Ukuran jendela samping juga diperbesar, sedangkan jendela ujung kereta adalah jendela tetap dengan ukuran yang sedikit lebih besar. Indikator tujuan diubah dari roller blind menjadi LED.

Akibat perbedaan metode konstruksi tersebut, tampak perbedaan yang mencolok antara kereta angkatan ke-6 dan angkatan pertama saat bersebelahan.

Perbedaan angkatan ke-1 ke-6 seri 8000
Perbedaan kereta angkatan ke-1 dan ke-6 pada KRL seri 8000, tampak ukuran kaca ujung kereta, kaca pintu, dan atap yang berbeda | Foto: The RW Place, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Untuk interior ruang penumpang, veneer diubah menjadi warna putih dan abu-abu muda, dan penutup lantai diubah menjadi abu-abu dua warna. Untuk pintu penumpang, ukuran kaca diperluas ke bagian atas striping ungu dan terbuat dari kaca dua lapis.

Sementara kursi berubah menjadi model bucket seat dengan motif warna ungu, dan lebar tempat duduk diperbesar dari 430 mm menjadi 450 mm. Selain itu, rak bagasi diubah dari model wire mesh menjadi model batangan besi yang dilas dalam pola baris. Selain itu, ketinggian atap interior juga bertambah 70 mm menjadi 2.310 mm.

Interior KRL 8000 angkatan ke-6
Interior KRL seri 8000 angkatan ke-6, tampak bentuk bangku dan pintu yang berbeda dengan angkatan lainnya | Foto: 投稿者本人撮影, Wikimedia Commons, GFDL

Agar sesuai dengan kereta angkatan ke-1 dan ke-2, sistem informasi penumpang, bel pintu, dan speaker di luar kereta tidak dipasang. Semua ini kemudian dipasang pada saat peremajaan yang akan dijelaskan nanti. Selain itu, pintu sambungan memiliki lebar 800 mm, seperti kereta sebelumnya (kereta baru untuk jalur lain memiliki lebar pintu sambungan 900 mm untuk mengakomodir kursi roda).

Generasi KRL Tokyo Metro Seri 8000

KRL seri 8000
Semasa produksinya, KRL seri 8000 dibuat dalam 6 angkatan dari tahun 1980-1994 | Foto: M. Ohtsuka, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

KRL Tokyo Metro seri 8000 selama masa produksinya dari 1980-1994 terdiri atas beberapa angkatan. Angkatan pertama KRL seri ini dibuat tahun 1980-1981. Menyusul kemudian angkatan kedua pada 1982, angkatan ketiga pada 1987, angkatan keempat pada 1988, angkatan kelima pada 1990, dan angkatan keenam pada 1994.

Secara keseluruhan terdapat 19 rangkaian dengan stamformasi 10 kereta. Berikut adalah tabel rangkaian yang telah digolongkan atas angkatannya.

Tabel rangkaian KRL seri 8000
Tabel rangkaian KRL Tokyo Metro seri 8000 | Sumber data: KRFJ.net/hatenaki

Dari tabel di atas, pembaca dapat mengetahui bahwa sebagian besar rangkaian KRL Tokyo Metro 8000 mengawali debutnya di Jalur Hanzomon sebagai rangkaian formasi 8 kereta. Namun pada tahun 1987, tiga rangkaian yaitu 8112F, 8113F, dan 8114F mengawali debutnya sebagai rangkaian formasi 10 kereta di jalur Tozai.

Pada tahun 1988, rangkaian 8108F dan 8109F menjadi rangkaian formasi 10 kereta, bersama dengan mulai dinasnya rangkaian 8111F. Satu rangkaian yaitu 8106F mengawali debutnya sebagai rangkaian formasi 6 kereta.

Rangkaian 8111F memulai debutnya tahun 1988, setahun setelah rangkaian 8112F-8114F | Foto: MaedaAkihiko/Wikimedia Commons (CC-BY-SA)

Selain itu, pembaca juga dapat mengetahui bahwa produksi KRL Tokyo Metro seri 8000 banyak dilakukan secara melongkap. Seperti misalnya pada rangkaian 8110F, 8111F, dan 8112F. Hal ini terjadi karena pada awalnya Eidan akan memberlakukan pola operasi dengan dua jenis panjang formasi pada KRL seri 8000, dengan pembagian sebagai berikut:

  • Pola operasi dengan rangkaian formasi 8 kereta, nomor rangkaian 8101F hingga 8111F
  • Pola operasi dengan rangkaian formasi 10 kereta, nomor rangkaian 8112F hingga 8122F

Dari rencana awal pola operasi tersebut, diketahui bahwa pada awalnya Eidan akan memesan 198 unit KRL seri 8000 yang dibagi ke dalam 11 rangkaian formasi 8 kereta dan 11 rangkaian formasi 10 kereta. Namun karena suatu dan lain hal, rencana ini kemudian berubah sehingga rangkaian 8111F yang sedianya akan diproduksi sebagai rangkaian formasi 8 kereta berubah menjadi rangkaian formasi 10 kereta dan mulai beroperasi di tahun 1988. Sedangkan slot produksi untuk 8110F di tahun 1987 berubah menjadi produksi kereta 8600 dan 8700 sebanyak lima pasang (10 unit) yang kemudian digunakan pada rangkaian 8115F-8119F yang diproduksi pada tahun 1988 bersama dengan 8111F.

Sementara itu, rangkaian 8112F-8114F yang diproduksi tahun 1987 merupakan rangkaian pertama yang sejak awal memang sudah dipesan sebagai rangkaian untuk pola operasi rangkaian formasi 10 kereta sehingga menggunakan slot penomoran yang diperuntukkan untuk rangkaian formasi 10 kereta. Namun ketiga rangkaian ini terlebih dahulu beroperasi di Jalur Tozai, yang akan Tim REDaksi jelaskan pada bagian berikutnya.

Sementara itu rangkaian 8110F akhirnya baru diproduksi pada tahun 1990 sebagai rangkaian formasi 10 kereta. Rangkaian ini menjadi rangkaian KRL seri 8000 termuda walau bukan merupakan rangkaian dengan nomor terendah. Sedangkan rangkaian 8120F-8122F tidak jadi diproduksi karena perubahan rencana pola operasi ini.

Rangkaian 8105F, tampak kereta 8605 dan 8705 yang berbeda dengan kereta lainnya | Foto: Hellojinujinu/Wikimedia Commons (CC-BY-SA)

Rangkaian 8101F-8107F baru menjadi rangkaian formasi 10 kereta dengan 2 kereta tambahan yang dibuat pada tahun 1994. Kedua kereta ini memiliki perbedaan signifikan yang telah disebutkan di bagian sebelumnya.

Sedangkan untuk pabrik pembuatnya, KRL seri 8000 dibuat oleh empat pabrikan. Keempat pabrikan tersebut adalah Tokyu Car Corporation (kini JTREC), Kawasaki Heavy Industries, Nippon Sharyo, dan Kinki Sharyo.

Berdinas di Jalur Tozai

KRL seri 8000 Tozai
KRL seri 8000 di jalur Tozai pada 1988 dengan penanda “Tozai Line” (“東西線”) di atas pintu | Foto: 永尾信幸, Wikimedia Commons, GFDL

Menariknya, selain berdinas di jalur Hanzomon, KRL seri 8000 juga pernah sementara berdinas di jalur Tozai. KRL seri ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan armada 10 kereta di jalur Tozai semasa KRL seri 05 masih dalam fasa desain.

Tiga rangkaian KRL seri 8000, seluruhnya angkatan ke-3, 8112F-8114F pun didinaskan di jalur Tozai. Rencana awalnya, ketiga rangkaian ini beroperasi berbarengan dengan perpanjangan jalur Hanzomon. Namun karena perubahan ini, akhirnya ketiga rangkaian ini pun dioperasikan lebih awal.

Semasa beroperasi di jalur Tozai, terdapat perubahan pada sistem operasi KRL ini. Meja layan dibuat menggunakan model dua tuas, alat perangkai menggunakan model Shibata, dan sistem keselamatan Eidan WS-ATC dan ATS-B JR East.

Semasa beroperasi di jalur Tozai, striping KRL ini tetap menggunakan warna ungu khas Hanzomon. Hanya ada penanda kecil bertuliskan “Tozai Line” (東西線; Tozai-Sen) di atas pintu. Operasional KRL seri 8000 di jalur Tozai berakhir pada Januari 1989 setelah KRL seri 05 mulai berdinas. Setelah modifikasi berupa perubahan meja layan menjadi model satu tuas, ketiga rangkaian ini dipindah ke jalur Hanzomon.

Peremajaan

Seperti umumnya armada KRL Eidan/Tokyo Metro, terdapat dua proses peremajaan yang ditempuh selama berdinas. Peremajaan tersebut adalah C-refurbishment dan B-refurbishment, yang akan dijelaskan di bawah.

C-Refurbishment

Pada proses C-refurbishment, terdapat sejumlah perbaikan struktural pada kereta seperti lantai, atap, dan beberapa komponen lainnya.

Penutup lantai pada rangkaian angkatan 1 hingga 3 diubah menjadi warna abu-abu tunggal, tetapi pada rangkaian angkatan ke-4 diubah menjadi dua warna kuning dan abu-abu. Selain itu, formasi batch 1 dan 2 diganti dengan penutup lantai dua warna yang sama dengan formasi batch 4 dan 5 selama C-refurbishment yang dilakukan sekitar tahun 1995 (Heisei 7).

Selain itu, juga terdapat perbaruan pada instrumen kabin seperti speedometer, radio yang terintegrasi dengan sistem Tokyu dan Tobu, serta penampil tujuan menjadi LED triwarna.

B-Refurbishment

8102F B-Refurbishment
Rangkaian 8102F yang telah menjalani proses peremajaan B-refurbishment, tampak model pintu yang sudah mengadopsi model kaca lebar | Foto: The RW Place, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Proses B-refurbishment adalah peremajaan rangkaian yang telah beroperasi dengan Tokyo Metro selama sekitar 20 tahun. Pada peremajaan ini, terdapat sejumlah perubahan yang cukup besar, seperti sistem traksi, sistem informasi pengguna, dan interior.

Sistem traksi pada KRL seri 8000 diganti dari yang sebelumnya AVF-chopper menjadi VVVF-IGBT 2 level merk Mitsubishi. Sedangkan motor traksi diganti baru dengan output daya 165 kW. Sementara sistem catu daya yang aslinya menggunakan DC-DC converter dan Motor Generator diganti dengan Static Inverter (SIV) merk Toshiba dengan output 240 kVA. Selain itu, Tokyo Metro mengubah kereta 8300 yang sebelumnya kereta motor menjadi kereta pengikut, sehingga komposisinya pun menjadi 5M5T.

VVVF KRL seri 8000
Perangkat VVVF buatan Mitsubishi pada KRL seri 8000 yang telah menjalani B-refurbishment | Foto: The RW Place, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Sedang untuk interior pada KRL seri 8000 terdapat beberapa perubahan. Veneer lantai diubah agar menjadi seperti seri 08, lalu penambahan ruang kursi roda pada kereta nomor 3 dan 9, serta penambahan sistem informasi berupa layar LED di atas pintu dengan model seperti pada KRL seri 6000. Pintu kereta pun juga diubah menjadi model seperti kereta seri 05 angkatan ke-10 dengan kaca satu lapis berukuran besar.

Interior KRL 8000 refurbishment
Interior KRL seri 8000 angkatan awal setelah peremajaan B-refurbishment periode 2005-2009 | Foto: Yaguchi, Wikimedia Commons, CC-BY-SA
Ruang kursi roda seri 8000
Ruang kursi roda KRL seri 8000 yang ditambahkan pada proses B-refurbishment | Foto: The RW Place, Wikimedia Commons, CC-BY-SA
Penampil informasi LED
Penampil informasi bertipe LED pada KRL seri 8000 yang serupa dengan KRL seri 05 | Foto: The RW Place, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Saat peremajaan tahun 2010, terdapat beberapa perbedaan dibanding proses peremajaan sebelumnya. Sistem informasi yang ditambahkan berupa dua layar TV seperti KRL seri 15000/16000 dengan satu layar untuk iklan dan satu layar untuk informasi. Selain itu, terdapat tiang tambahan di tengah kursi untuk 7 orang, dan ukuran pembatas kursi juga diperbesar. Sistem informasi pada rangkaian yang diremajakan sebelum 2010 kemudian distandardisasi menjadi model yang serupa.

Interior 8000
Interior KRL seri 8000 pasca B-refurbishment 2010-2015, tampak sejumlah perbedaan dari interior hasil B-refurbishment 2005-2009 | Foto: MaedaAkihiko, Wikimedia Commons, CC-BY-SA
Layar TV KRL 8000
Layar TV pada KRL seri 8000 yang digunakan pertama kali pada rangkaian yang diremajakan tahun 2010 | Foto: Mi-ta’s mero, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

Proses B-refurbishment berlangsung dalam jangka waktu 10 tahun, dari 2004 hingga 2015. Rangkaian yang pertama menjalani B-refurbishment adalah 8109F pada tahun 2004. Sedang rangkaian terakhir yang menjalani B-refurbishment adalah 8110F pada tahun 2015 silam. Rangkaian ini juga sempat menyandang headmark spesial “Thank You AVF-Chopper” jelang menjalani peremajaannya.

Masa Depan KRL Tokyo Metro seri 8000

KRL seri 8000 sendiri pada awalnya telah diperkuat dengan kehadiran generasi selanjutnya, KRL seri 08 pada 2003 silam. Kala itu, KRL seri ini diperkenalkan bukan untuk menggantikan KRL seri 8000, tetapi memperkuat armada jalur Hanzomon yang diperpanjang ke Oshiage.

KRL seri 08
KRL Tokyo Metro seri 08 | Foto: Maeda Akihiko, Wikimedia Commons, CC-BY-SA

KRL ini baru benar-benar akan tergantikan dengan kehadiran KRL seri 18000 mulai tahun 2021. KRL seri 18000 pertama kali disebutkan pada rencana jangka menengah Tokyo Metro di tahun 2019 silam bersamaan dengan KRL seri 17000. Sementara pada 30 September 2020, penjelasan mendetail desain KRL ini dirilis Tokyo Metro. Kala itu KRL seri ini rencananya akan beroperasi pada semester pertama 2021. Pada hari yang sama, tampak rangkaian pertama KRL seri ini pertama kali dikirimkan dari pabriknya di Hitachi ke Tokyo Metro.

KRL seri 18000
KRL Tokyo Metro seri 18000 saat uji coba | Foto: Wikimizuki, Wikimedia Commons (CC-BY-SA)

KRL seri 18000 pun wujud fisiknya ditampilkan ke publik pada Juni 2021 silam, dan rencananya akan beroperasi pada Agustus mendatang. Dengan berdinasnya KRL seri 18000, KRL seri 8000 akan mulai memasuki masa pensiun setelah pertama kali berdinas 40 tahun silam. Bagaimana nasibnya di masa depan? Akankah berakhir di tangan besi alat berat, atau akan berkesempatan menjalani kehidupan kedua? Kita nantikan saja bagaimana kelanjutan kisahnya. (RED/MPF/IHF)

Referensi

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

One thought on “Mengenal KRL Tokyo Metro Seri 8000, KRL Pertama Jalur Hanzomon

  • Minggu, 25 Juli 2021 pada GMT+0700 12:46
    Permalink

    Semoga saja krl tokyo metro 8000 datang ke Indonesia agar PT.KCI cuan pasca pak Mukti Jauhari meninggal min

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: