KulinerRagamRED Citizen Journalism

Reska Series #6: Kini KAI Services Jual Ayam Geprek ala Kereta Api Komersial di Manggarai!

Loko Geprek Manggarai
Loko Geprek dari sudut pandang pintu masuk selatan Manggarai | Foto: Adrian Falah Diratama

REDigest.web.id – Sore yang cerah di Stasiun Manggarai. Minggu (10/10/21), penulis berkesempatan untuk mencoba kafe Loko Geprek yang baru saja dibuka oleh PT Reska Multi Usaha/RMU (selanjutnya disebut KAI Services) pada 8 Oktober ini. Kafe ini terletak di luar Stasiun Manggarai sehingga mengharuskan penumpang Commuter Line untuk tap out di gate terlebih dahulu. Dari gate, Loko Geprek terletak di sebelah kanan stasiun sementara dari depan stasiun, Loko Geprek berada di sebelah kirinya.

Eksterior Loko Geprek
Eksterior Loko Geprek Manggarai | Foto: Adrian Falah Diratama

Eksterior Loko Geprek didominasi warna putih dengan aksen bata kotak-kotak yang juga berwarna putih pada dinding dan lantainya. Pada bagian depan, terdapat kursi dan meja bagi pelanggan yang ingin makan di area terbuka. Bagian dalam kafe dipasang pendingin ruangan (AC) sehingga dipisah dengan pintu masuk yang terbuat dari kaca.

Interior Loko Cafe Barat
Interior kafe dari sisi ujung barat | Foto: Adrian Falah Diratama

Setelah masuk ke dalam, pelanggan akan menjumpai interior dengan tema yang sama. Bagian dalam kafe juga didominasi warna putih dengan aksen bata kotak-kotak putih pada dindingnya. Meja dan kursi terdapat pada bagian tengah, kiri, dan ujung interior Loko Geprek. Kafe juga dihiasi dengan lampu gantung panjang berwarna hitam.

Interior ujung kiri dan barat
Kiri: Interior sisi ujung barat dari sisi timur. Kanan: Interior sisi timur dari sisi ujung barat | Foto: Adrian Falah Diratama

Meja pada sisi kiri serta tembok dan meja pada sisi ujung barat kafe terbuat dari semen. Penulis tidak mengetahui apakah bagian ini belum disempurnakan atau memang didesain seperti ini. Yang jelas, desain ini membuat penulis merasa tidak nyaman karena membuat kafe terkesan tidak rapi.

Meja pelayan dan lemari makanan
Meja pelayan dan lemari makanan | Foto: Adrian Falah Diratama

Pemesanan makanan dapat dilakukan di sebelah kanan. Di sini, terdapat meja pelayan untuk menyiapkan makanan dan lemari makanan untuk menempatkan ayam-ayam yang siap disajikan. Menu makanan dan minuman terdapat di sebelah kiri dan kanan meja sementara hand sanitizer hanya terdapat pada sebelah kirinya.

Menu Loko Geprek
Pilihan menu Loko Geprek | Foto: Adrian Falah Diratama

Ada dua menu besar yang ditawarkan yakni Nasi Ayam Geprek dan Indomie Goreng Geprek dengan berbagai variasi. Pembeli juga dapat membeli menu tambahan seperti tahu geprek. Adapun minuman yang jual terdiri dari air mineral, teh, dan kopi.

Penulis membeli satu porsi Nasi Geprek Sambal Bawang seharga Rp18.182,- dan dikenakan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar Rp 3.000. Harga ini cukup terjangkau jika dibandingkan dengan menu sejenis di atas kereta Ekonomi seharga Rp 25.000,- atau di kereta eksekutif seharga Rp 35.000,- (harga 2019).

Menu ini dipilih karena penulis ingin kembali merasakan menu Nasi Geprek yang sebelumnya telah dicicipi ketika bepergian dengan Kereta Api Komersial/ KAJJ. Loko Geprek menerima pembayaran secara tunai ataupun secara digital melalui OVO, GOPAY, dan DANA namun penulis memutuskan untuk membayar secara uang tunai karena hanya menggunakan kartu bank BNI JakLingko untuk transaksi non-tunai. Ke depannya, KAI Services diharapkan untuk menambah metode pembayaran dengan kartu bank ataupun Kartu Multi Trip (KMT) untuk memudahkan pembayaran bagi pengguna Commuter Line ataupun Transjakarta di Manggarai.

Kemasan Loko Geprek
Kemasan kertas Loko Geprek di atas ‘Meja Semen’ | Foto: Adrian Falah Diratama

Nasi Geprek Sambal Bawang yang dijual di Loko Geprek disajikan dengan sebuah kotak kertas berwarna cokelat yang di bagian atasnya ditempelkan sebuah stiker bulat bertuliskan ‘Loko Geprek’. Kemasan ini juga dilengkapi dengan sendok dan garpu plastik, tisu, serta tusuk gigi. Menurut penulis, kemasan ini terlalu biasa untuk sebuah restoran makan yang melayani makan di tempat. Lebih baik apabila KAI Services menggantinya dengan piring berbahan porselen untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Kemasan sekarang seharusnya hanya digunakan sebagai kemasan ramah lingkungan bagi pelanggan yang ingin membungkus makanannya.

Isi ayam geprek
Sangat minimalis, hanya terdiri dari nasi putih, ayam goreng, dan sambal bawang | Foto: Adrian Falah Diratama

Di dalam kotak, penulis hanya menemukan nasi, ayam goreng, dan tentunya sambal bawang. Jika dibandingkan menu Ayam Geprek yang dijual di atas kereta, menu sejenis yang dijual di Loko Geprek tidak menghadirkan tahu dan dua mentimun. KAI Services harus mempertimbangkan untuk menyertakan mentimun atau sayur lainnya ke dalam menu makanan Loko Geprek dengan alasan kesehatan pelanggannya.

Mengenai rasa, penulis beranggapan bahwa KAI Services berhasil mempertahankan kenikmatan makanan ini dengan menyamakan rasa ayam dan sambal bawangnya dengan menu sejenis di atas kereta. Porsi nasinya memang lebih banyak tetapi tidak akan membuat perut menjadi begah. Sayangnya, ayam disajikan dalam keadaan dingin dan tidak ada upaya dari pelayan kafe untuk menghangatkannya lagi.

Live Cooking On Train, layanan terbaru KAI Services (Reska) yang menjual makanan baru dimasak di atas Kereta Api | Sumber: Instagram KAI Services

Hal ini terlihat bertentangan dengan upaya Reska baru-baru ini untuk menyediakan makanan yang baru saja dimasak di atas kereta. Oleh karena itu, seharusnya kafe Loko Geprek juga mengikuti upaya tersebut dengan menyediakan ayam yang baru saja dimasak terlebih karena kafe ini bersifat menetap, tidak berpindah-pindah seperti rangkaian kereta api. (RED Citizen/Adrian Falah Diratama/GM-MarKA)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×