Lokomotif Uap D1410 Akhirnya Beroperasi Kembali

d1410 beroperasi kembali
Lokomotif D1410 dengan kereta CR-16 dan CR-144 bersiap untuk melayani Sepur Kluthuk Jaladara | Foto: Satoshi Takagi

REDigest.web.id, 17/10 – Lokomotif uap D1410 akhirnya beroperasi kembali sebagai penghela Sepur Kluthuk Jaladara di tengah pandemi. Sebelumnya, lokomotif ini telah diresmikan pada 16 Februari 2020. Namun lokomotif ini urung beroperasi akibat pandemi, dan hanya disimpan di Depo Mekanik Purwosari selama lebih dari satu tahun.

Sebelum beroperasi kembali, lokomotif ini terlebih dahulu menjalani perbaikan selama beberapa hari di Purwosari. Hal ini untuk memastikan lokomotif D1410 laik untuk beroperasi kembali setelah lama terdiam selama pandemi berlangsung.

Walau saat peresmian lokomotif D1410 menghela kereta SI 0 38 01 dan SI 0 38 02 “Djoko Kendil”, namun lokomotif ini justru menghela kereta CR-16 dan CR-144 saat beroperasi kembali. Kedua kereta ini merupakan kereta reguler Sepur Kluthuk Jaladara yang biasanya terpasang dengan lokomotif C1218. Namun, karena lokomotif C1218 membutuhkan perbaikan yang lebih dari D1410, akhirnya lokomotif D1410 terpilih untuk menghela Sepur Kluthuk Jaladara.

Antusiasme pecinta KA di rel lengkung Jalan Slamet Riyadi untuk mengabadikan lokomotif D1410 | Foto: Satoshi Takagi

Momen pengoperasian kembali lokomotif D1410 ini sontak ikut menjadi buruan pecinta KA di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Tampak pecinta KA meramaikan lintasan Sepur Kluthuk Jaladara sepanjang Stasiun Purwosari, Jalan Slamet Riyadi, hingga Stasiun Solo Kota. Bahkan saat rangkaian KA wisata ini berhenti di Jalan Slamet Riyadi, beberapa pecinta KA berkumpul di depan lokomotif hanya untuk mengabadikan momen kembalinya lokomotif legendaris ini.

Menurut informasi yang Tim REDaksi peroleh, beroperasinya Sepur Kluthuk Jaladara kali ini adalah untuk melayani rombongan wisatawan asal Surabaya. Dalam persiapannya, lokomotif D1410 sempat mengalami gangguan pada saat akan melakukan langsiran ke jalur pemberangkatan di Stasiun Purwosari. Sehingga track motor car sempat membantu proses langsiran.

Dalam pengoperasiannya, lokomotif ini tidak menemui kendala yang berarti. Akan tetapi, berdasarkan informasi dari media sosial, lokomotif ini saat hendak pulang kembali mengalami gangguan. Akibatnya track motor car harus kembali menarik lokomotif ini untuk kembali ke Stasiun Purwosari.

Pecinta KA berkumpul di Stasiun Solo Kota untuk mengabadikan lokomotif D1410 | Foto: Satoshi Takagi

Lokomotif D1410 merupakan lokomotif buatan Hannoversche Maschinenbau AG (Hanomag) tahun 1921. Peninggalan perusahaan perkeretaapian nasional Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS), lokomotif ini memiliki nomor asli SS 1410. Lokomotif ini awalnya merupakan milik Depo Lokomotif Jatinegara dan sering beroperasi di lintas Bogor-Sukabumi-Bandung. Sebelumnya, lokomotif ini menjadi koleksi Museum Transportasi TMII sebelum hijrah ke Surakarta pada 2016 dan menjalani restorasi pada 2018-2019 lalu. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: