Langgar Perlintasan, Mobil Terseret KA Argo Sindoro hingga Jauh di Tambun

mobil terseret argo sindoro
Ilustrasi: Lokomotif CC2061502 menghela KA Argo Sindoro tujuan Semarang | Foto: RED/Muhammad Pascal Fajrin

REDigest.web.id, 22/6 – Sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam melanggar perlintasan terjaga swadaya di Jalan Walet, sekitar 1 kilometer sebelah timur Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi. Akibatnya, mobil tersebut menabrak KA Argo Sindoro dari arah Semarang menuju Jakarta dan terseret sejauh hampir 800 meter hingga emplasemen Stasiun Tambun.

Mobil tersebut berisi satu orang supir dan dua orang penumpang. Saat itu, warga yang ikut mengantre untuk menyeberang perlintasan kemudian meneriaki penumpang mobil untuk keluar karena melihat kereta sudah mendekat.

Kedua penumpang berhasil turun dan menyelamatkan diri saat mesin mobil baru saja mogok. Sedangkan supir mobil tewas di tempat akibat kerasnya tabrakan. Penjaga perlintasan mensinyalir supir masih berusaha menyelamatkan mobil dan mencoba menghidupkan mesin mobil.

Mobil tersebut berasal dari arah selatan rel dan menyeberangi perlintasan ke arah utara. Nahas, mesin mobil mogok di atas rel saat palang pintu swadaya warga belum waktunya ditutup. Mesin mobil pun tak kunjung menyala hingga akhirnya menabrak KA Argo Sindoro yang melaju kencang dan terseret sejauh hampir 800 meter.

Selain mobil yang hancur, lokomotif CC2061352 yang menghela KA Argo Sindoro juga mengalami kerusakan. Kerusakan yang tampak pada lokomotif milik Depo Lokomotif Sidotopo ini adalah pada lampu kabut lokomotif yang pecah akibat benturan.

Tersiar hingga Amerika Latin

Video dan foto kecelakaan ini pun tersebar di media sosial. Bahkan beberapa video di antaranya bahkan sampai diunggah di sebuah kanal Youtube asal Amerika Latin. Salah satunya adalah momen mengerikan di mana KA Argo Sindoro sedang menyeret mobil tersebut dalam kecepatan yang masih tinggi sambil melakukan pengereman.

Mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan nomor 94 tahun 2018, perlintasan Jalan Walet tersebut merupakan perlintasan resmi tak berpalang. Meski demikian, KAI menyatakan akan menutup perlintasan tersebut dalam waktu dekat. (RED/MPF)

—————–

Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Oleh karena itu, kami meminta sedikit bantuan: hanya dengan Rp 5000 tiap bulannya, Anda sudah membantu kami untuk tetap beroperasi dan menjadi lebih baik. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer kami di bawah ini.

donasi Trakteer

Muhammad Pascal Fajrin

A kid from yesterday, today

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×
%d blogger menyukai ini: