Berita KAIndonesiaKAI CommuterKereta Api

Andre Rosiade: “Impor Untuk 2023 Sudah Kami Setujui, Tunggu Hasil BPKP”

Sebuah momen di Stasiun Soga saat KRL seri E217 jalur Yokosuka bertemu dengan KRL seri 205 jalur Musashino yang akan dikirim ke Indonesia | Foto: 2427junction

REDigest.web.id, 28/3 – Setelah perdebatan panjang di media sosial, politisi Andre Rosiade di akun Twitter pun mengeluarkan pernyataan persetujuan impor KRL, dengan catatan menunggu hasil BPKP. Hal ini ia sampaikan di akun Twitter resminya pada Selasa (28/3) dini hari ini.

Dalam utas Twitter ini ia mengatakan untuk menunggu hasil dari BPKP terkait impor 2023. Selain itu, ia mengklaim INKA “sudah bisa memproduksi” dengan kualitas baik. Ia pun memberi contoh KRL Yogyakarta-Solo dan KRL Bandara. Sementara itu ia juga mengklaim bahwa seandainya KAI Commuter memesan sejak awal 2021 lalu, maka pertengahan 2022 KRL baru telah dapat digunakan.

Ilustrasi KRL KfW
Ilustrasi: KRL KfW | Foto: RED/Ikko Haidar Farozy

Kenyataannya, KRL Yogyakarta-Solo dengan jenis KfW sudah beroperasi sejak 2013 di Jabodetabek, sebelum berhenti beroperasi dan berpindah ke Yogyakarta sejak 2021. Sedangkan KRL Bandara juga sudah beroperasi sejak 2017.

Selain itu, dalam timeline yang muncul pada rapat, prediksi 18 bulan ini hanyalah perkiraan timeline produksi. Sedangkan proses pemesanan dari awal hingga delivery bisa memakan waktu 25 bulan untuk rangkaian pertama, seperti pada gambar di bawah ini.

Tidak sampai situ, ia pun justru meminta KAI Commuter untuk tidak mengurangi jumlah kereta dan jadwal. Padahal pengurangan jumlah kereta yang terjadi saat ini justru salah satunya untuk menambah rotasi dinas KRL Commuter Line di Jabodetabek.

Salah satu warganet pun membalas retorika Andre ini dengan pernyataan semua omongannya tidak membantu ratusan ribu pengguna KRL. Ia menyampaikan opsi masuk akal untuk sekarang hanya impor. Andre pun membalas kalau impor untuk 2023 telah disetujui, menunggu hasil BPKP.

Sejumlah warganet pun menanggapi dengan pertanyaan apakah langkah pemerintah harus menunggu rujakan warganet. Sebelumnya Andre Rosiade sempat mengkritisi rencana impor KRL ini. Bahkan ia sempat menuduh KAI Commuter berbohong karena rencana impor yang ada adalah untuk 2023 dan 2024. (RED/IHF)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai referensi berita perkeretaapian Anda. Dengan misi sebagai media perkeretaapian yang independen dan faktual, RE Digest hingga saat ini beroperasi dengan biaya pribadi dari masing-masing Tim REDaksi.

Donasi yang Anda berikan sangat membantu kami untuk terus beroperasi dan meningkatkan kualitas informasi yang kami sajikan. Sampaikan dukungan dan donasi Anda melalui link Trakteer di bawah ini

donasi Trakteer

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×