Berita KAIndonesiaKAIKereta Api

Pemerintah Resmikan Jalur KA Makassar-Parepare

Peresmian Jalur KA Makassar – Parepare yang diselenggarakan di Depo Sarana Maros | Foto: Tangkapan layar dari video Youtube/Sekretariat Presiden

REDigest.web.id, 30/3 – Setelah menjalani masa konstruksi yang cukup panjang, Jalur KA Makassar – Parepare seksi Maros – Barru resmi beroperasi. Peresmian dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Depo Sarana Maros pada Rabu (29/3).

Sejumlah pejabat terkait juga hadir dalam peresmian ini. Di antaranya adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Mohamad Risal Wasal, Dirut KAI Didiek Hartantyo, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta sejumlah pejabat lainnya dan tamu undangan.

Diresmikannya jalur ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Joko Widodo. Setelah peresmian, Presiden Joko Widodo dan sejumlah pejabat lainnya turut mencoba sarana KRDE dari Maros hingga Barru.

Dalam sambutannya, presiden menyinggung terlambatnya pengembangan angkutan umum di kota-kota besar di Indonesia. Padahal angkutan umum terutama kereta api merupakan kebutuhan mendasar masyarakat perkotaan. Dengan hadirnya kereta api di Sulsel, presiden berharap dapat mengurangi ketergantungan masyarakat akan kendaraan pribadi sehingga dapat mengurangi kemacetan.

Sekilas Tentang Trans Sulawesi

Jalur Kereta Api Trans Sulawesi merupakan proyek infrastruktur yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional atau PSN. Berdasarkan RIPNAS Ditjen Perkeretaapian 2011, proyek ini berencana untuk menyambungkan seluruh kota-kota besar Sulawesi. Untuk saat ini, jalur yang sudah selesai ialah lintas Makassar-Parepare dengan percabangan ke Bosowa, Tonasa, dan Garongkong. Lintas ini memiliki 17 stasiun dan satu depo yang berada di Maros. Seluruh lintas kereta Trans Sulawesi akan menggunakan rel jenis R60 dengan lebar sepur standar 1435 mm.

Pembagian tanggung jawab sarana dan prasarana proyek Trans Sulawesi dibagi dengan 4 pihak.  Konsorsium antara PT KAI Daop 8 dan PT Sulsel Citra Indonesia bertanggung jawab atas pengoperasian sarana. Sementara itu, BPKA Sulsel bersama dengan PT Celebes Railway Indonesia bertanggung jawab atas pembangunan stasiun dan prasarana perkeretaapian.

Mengenai sarana yang ada, saat ini ada KUJR, KAIS modifikasi, kereta teknis seperti MTT dan TMC, serta 1 trainset KRDE Perintis SF3 (TeC1-M-TeC2) yang dimanufaktur oleh INKA. KRDE Perintis ini memakai basis kereta LRT yang diperpanjang dan diperlebar untuk menyesuaikan dengan prasarana yang ada. Direncanakan akan ada 2 trainset yang beroperasi untuk melayani penumpang dan untuk saat ini baru 1 dari 3 trainset yang telah dikirimkan ke Sulawesi untuk berdinas. (RED/BTS/DS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses