BusBus Antarkota/Pariwisata

Dipakai Rombongan NU, Sugeng Rahayu dan Bus Jawa Timuran Lainnya Singgah di Jakarta

Bus Jawa Timuran
Harapan Jaya dan Bagong ATB (AC TARIP BIASA) yang disewa rombongan Harlah NU jalan beriringan dengan Primajasa di Tol Dalam Kota Jakarta. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

REDigest.web.id, 28/1 – Pekan kemarin, tepatnya pada Jumat (19/1) sore hingga Sabtu (20/1) dini hari terdapat ribuan bus baik pariwisata maupun antarkota yang disewa sementara, datang ke Jakarta untuk memperingati acara keagamaan Harlah 78 Tahun Muslimat NU. Bus-bus tersebut datang dari berbagai daerah, baik yang terdekat seperti Jakarta atau Banten, hingga yang jauh seperti dari Madura maupun dari Jambi.

Bus Pariwisata
PO Ngudi Luhur Bogor Jaya, bus yang membawa rombongan Harlah Muslimat NU dari Salatiga. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Bus-bus tersebut setibanya di Jakarta pada parkir di beberapa tempat, dari sekitaran Senayan, di silang Monas, kawasan Istiqlal dan Lapangan Banteng, hingga parkir di kawasan Ancol. Dari ribuan bus tersebut, terdapat unit-unit yang menyita perhatian para penggemar bus alias bismania, di mana terdapat momen yang sangat langka yaitu bus Jawa Timuran seperti Sugeng Rahayu, Bagong, Harapan Jaya, Medali Mas, Tentrem, Akas/Mila, hingga Jaya Utama Indo ikut “hadir” membawa rombongan tersebut.

Bus Jawa Timuran
Bus Transjakarta operator Bianglala (BMP) dan bus MILA Sejahtera AC TARIP BIASA rombongan Harlah NU. Fun fact: kedua bus ini sama-sama mengusung tema vintage livery. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Alasan momen tersebut langka dikarenakan hampir semua PO tersebut hanya berdinas sebagai armada paten di jalur AKAP maupun AKDP wilayah Jawa Timur yang sebelumnya tidak pernah ke Jakarta, kecuali sebagian unit PO Harapan Jaya yang sempat bertugas sebagai bus tambahan pada arus mudik lebaran di tahun-tahun sebelumnya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Divisi bagian riwa riwi (@ngalor.ngidul_mangkat)

Momen keberadaan bus-bus tersebut langsung diburu oleh bismania, bahkan beberapa di antaranya ada mendokumentasikan bus tersebut di perjalanan. Tidak sampai di situ, ada pula yang meminta klakson pada bus Sugeng Rahayu karena memiliki klakson yang bunyinya singkat tapi rapat khas bus Jawa Timuran.

Lantas bus Jawa Timuran apa saja yang ada dalam acara tersebut? Berikut dokumentasinya:

Bus Jawa Timuran
PO Bagong bodi Max HDD new model rombongan nomor 10 kembali menuju Malang. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
Dua bus Menggala, di hari-hari biasa kadang mengisi dinasan PATAS JATIM Surabaya-Malang. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
PO Jaya Utama Indo. Bus AKAP Jawa Timuran yang bisa bertugas menghubungkan kota Surabaya dan Semarang melewati Cikoko atau Stasiun Cawang, Jakarta. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
PO AKAS MILA Sejahtera. ATB pelibas Pantai Utara Jawa dan Pantai Selatan Madura. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
PO Harapan Jaya bodi Laksana Sonic 3 yang langganan jalan ATB Surabaya-Tulungagung PP. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
Bus TransJakarta operator Steady Safe (SAF) dan bus Bagong di kawasan Istiqlal-Katedral. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
Sesama bus Ekonomi AC yang disewa rombongan Harlah NU: Primajasa AC Ekonomi Jakarta-Tasikmalaya dan Medali Mas AC TARIP BIASA Malang-Surabaya. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
Rombongan bus Sugeng Rahayu ATB pulang menuju Surabaya. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
PO AKAS IV ATB Madura-Bondowoso di seberang Lapangan Banteng. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
PO Sugeng Rahayu AC TARIP BIASA langganan rute Surabaya-Solo-Yogyakarta. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
Selain Sugeng Rahayu divisi ATB, ada juga Sugeng Rahayu divisi Patas yang ikut dalam rombongan. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
PO Harapan Jaya di tengah rimbunnya pepohonan sekitar Lapangan Banteng. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
VIA TOL PANJANG, kenyataan beneran ngetolnya panjang banget hingga menyentuh Jakarta. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
PO AKAS IV AC TARIP BIASA lainnya, bodi Max generasi awal yang biasa jalan rute Madura-Banyuwangi via Situbondo. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
PO Tentrem, seperti Medali Mas dan sebagian unit Bagong, bus ini dalam kondisi normal jalan di rute Malang-Surabaya PP. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
Unit PO Bagong lainnya di dekat pintu masuk timur Istiqlal. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.
Bus Jawa Timuran
Momen yang sangat jarang terjadi: Sugeng Rahayu ATB dengan latar belakang LRT Jabodebek meliuk di atas fly over Kuningan. | Foto: RED/Enrico Perdana Putra.

Saat bus-bus tersebut dipakai rombongan ke Jakarta membawa dampak di tempat asalnya selama dua hari (19-20/1). Di mana bus jalur Surabaya-Tulungagung menjadi sangat sedikit dan terjadi penumpukan penumpang terutama di Terminal Bungurasih dan Braan Kertosono. Sedangkan di jalur Surabaya-Malang jarak antar bus menjadi longgar dan suasana terminal khususnya di Arjosari Malang lebih sepi dari biasanya. (RED/EPP)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News


Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

×