Gunung Harta Perdana Operasikan Bus Dengan Sasis MAN RR4 CO 26.480 Euro 5

REDigest.web.id, 30/8 – Saat ini sasis bus dari Eropa dengan spesifikasi premium dan emisi Euro 5 semakin menjamur di jalanan Indonesia. Scania K410cB, Scania K450cB, Volvo B11R-450, dan Mercedes-Benz O500RSD 2445, merupakan pemain utama di segmen sasis premium bus tronton tersebut. Namun pada April 2025 lalu, tetangga dari Mercedes-Benz ini hadir kembali menggempur pasar sasis perbusan dengan spek badak.
View this post on Instagram
Adalah MAN RR4 CO 26.480, sasis bus yang masuk ke Indonesia oleh Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Inframach. Berdasarkan spesifikasinya, MAN RR4 CO 26.480 memiliki mesin diesel 6 silinder kapasitas 12400cc dengan model MAN D2676 yang sudah standar emiso Euro 5.
Mesin tersebut mampu mengeluarkan tenaga sebesar 480 tenaga kuda pada 1900 rpm dan torsi sebesar 2300 Nm pada 1050-1400 rpm menjadikan MAN RR4 CO 26.480 sebagai sasis bus dengan tenaga paling besar di Indonesia mengalahkan varian sasis lainnya yang telah beredar sebelumnya. Tidak lupa untuk transmisinya menggunakan ZF TraXon 12 gigi percepatan dan 2 gigi mundur.
Empat bulan setelah peluncuran sasisnya, kini versi dengan wujud bodi bus ditampilkan. PO (Perusahaan Otobus) pertama yang menggunakan sasis RR4 CO 26.480 adalah Gunung Harta Transport Solutions (GHTS) yang dibuat di Karoseri Adiputro bodi Jetbus5 SDD. PO GHTS sendiri rilis dua unit tersebut dengan nomor lambung GHTS-111 dan GHTS-112 pada Kamis (14/8, kemudian dilakukan road test keesokan harinya (15/8) dan resmi jalan reguler sebagai bus malam antarkota antarprovinsi (AKAP) seminggu kemudian dari Malang (23/8) dan dari Bogor serta Jakarta (24/8).
GHTS sasis MAN tersebut pada saat artikel ini ditulis sudah paten mengisi rute Bogor (Ciawi)-Surabaya-Malang PP angkatan sore dengan kelas yang ditawarkan yaitu Green Platinum alias Super Eksekutif konfigurasi 1-1-1 di dek atas dan Green Luxury alias Sleeper format 1-1 di dek bawah. Untuk harga tiket bisa dicek langsung melalui webiste GH Ticket Solutions. Selain GHTS terdapat PO lain yang juga sudah inden sasis MAN RR4 CO 26.480 Euro 5, di antaranya Mahardhika, Nusa Bhakti, dan Rimba Raya Putra.
Perdana, Namun Bukan Pertama
Sasis MAN sendiri bukanlah barang baru di Indonesia. Sebelum ada varian RR4 CO 26.480 Euro 5, di tahun 2013 melalui ATPM PT Duta Putera Sumatera manghadirkan sasis MAN R37 dan di tahun 2014 menghadirkan sasis MAN RR4 versi Euro 3. Kedua sasis tersebut memiliki spesifikasi tersendiri baik dari kapasitas mesin maupun tenaga kudanya. Saat itu hanya PO Nusantara, Pelita Paradep, Citytour TransJakarta dan Citytour Semarang yang memiliki sasis tersebut, baik R37 ataupun RR4 Euro 3.
Dan jauh ke masa lalu tepatnya pada awal tahun 2000an MAN pernah masuk dengan menghadirkan satu varian yang dimasukkan yaitu MAN 18.310 HOCL. Tidak diketahui sasis ini masuk melalui importir umum atau melalui agen tunggal pemegang merek, namun keberadaan sasis tersebut sangat langka karena pada masanya hanya ada dua PO yang memiliki dengan jumlah yang terbatas, ialah Kramat Djati dan Safari Dharma Raya.

Dan di tahun 2025 ini hanya Kramat Djatilah yang masih aktif mengoperasikan sasis MAN 18.310 HOCL dan dipergunakan sebagai bus komuter Trans Jabodetabek Reguler. (RED/EPP)