Kereta api Cikuray Menggunakan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang

REDigest.web.id, 5/6 – Kereta api Cikuray, yang melayani rute Pasar Senen – Garut PP sebagai layanan kereta ekonomi bersubsidi (PSO), dikenal sebagai salah satu kereta api dengan okupansi yang cukup baik dengan tren penumpang yang terus meningkat. Pada tahun 2022, KA Cikuray melayani 293.265 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 514.767 pelanggan pada tahun 2023, lalu menjadi 591.089 pelanggan pada tahun 2024 dan mencapai 615.723 pelanggan pada tahun 2025. Sementara itu, selama Januari hingga Mei 2026, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa KA Cikuray semakin menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antardaerah dengan biaya yang terjangkau.Â
Dilansir dari rilis pers resmi PT KAI, untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai tanggal 10 Juni 2026 melalui konsep Rel Ekonomi Rakyat, melakukan perubahan sarana dari Kereta api Cikuray. Konsep ini diwujudkan melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan yang dirancang untuk memperkuat akses transportasi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi sektor riil di sepanjang lintasan perjalanan.
Kereta ekonomi kerakyatan ini merupakan hasil karya dari Balai Yasa Manggarai dari jenis sarana kereta ekonomi 106 tempat duduk dengan AC split menjadi kereta ekonomi yang menggunakan AC sentral dan kapasitasnya menjadi 93 tempat duduk dengan seluruh kursi dapat disetel menghadap ke depan. Sebelum digunakan pada kereta api Cikuray, Kereta Ekonomi Kerakyatan sempat diujicobakan pada KA Tambahan Lempuyangan-Pasar Senen selama masa angkutan Lebaran.
Kereta Ekonomi Kerakyatan ini akan menggantikan armada kelas Ekonomi Premium dengan jumlah 80 tempat duduk dalam satu unit keretanya yang selama ini digunakan oleh KA Cikuray. Sebelum menggunakan kereta kelas Ekonomi Premium, KA Cikuray menggunakan kereta Ekonomi Kemenhub dengan kursi tegak yang juga memiliki 80 tempat duduk dalam satu unit keretanya, sebelum keseluruhan kereta jenis tersebut ditarik untuk dikonversi menjadi kereta kelas Ekonomi New Generation dengan 72 tempat duduk dalam satu unit keretanya.
Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa transformasi tersebut merupakan upaya menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat yang menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
“KA Cikuray selama ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah yang dilaluinya. Melalui konsep Rel Ekonomi Rakyat, KAI ingin menghadirkan layanan yang mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi yang dijalankan petani, pedagang pasar, pelaku UMKM, pekerja, pelajar, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya,” ujar Anne.
Selain itu, KAI juga merencanakan untuk merangkaikan kereta petani dan pedagang yang selama ini sudah beroperasi di kereta lokal Commuter Line Rangkasbitung-Merak PP pada kereta api Cikuray. Hal ini juga sejalan dengan konsep Rel Ekonomi Rakyat, di mana penggunaan Kereta Petani dan Pedagang diharapkan dapat semakin memperkuat keterhubungan antara sentra produksi, pasar tradisional, dan pusat-pusat perdagangan yang dilalui KA Cikuray. Dengan demikian, manfaat konektivitas perkeretaapian dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat yang menjadi penggerak sektor riil.
Kereta api Cikuray akan menjadi kereta api jarak jauh pertama yang secara reguler menggunakan kereta kelas Ekonomi Kerakyatan, dan menjadi kereta api jarak jauh pertama juga yang menggunakan Kereta Petani dan Pedagang. (RED/FD)
