Berita KAIndonesiaKereta Api

Peleburan INKA ke KAI Rampung November 2026

Suasana Workshop PT INKA, nampak KRL iE305 dan Trem Baterai | Foto: RED/Dimasyah Sylva

REDigest.web.id, 4/6 – Rencana peleburan INKA ke KAI semakin mendekati kenyataan. KAI menargetkan akuisisi INKA akan rampung pada November 2026 mendatang. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI.

Dalam persentasi yang dilakukan, kajian awal akan dilakukan pada Mei 2026 dilanjutkan dengan kajian komprehensif pada September 2026 dan penandatanganan akuisisi pada November 2026.

Dalam persentasinya juga, KAI menuturkan alasan akuisisi INKA di antaranya adalah peningkatan kebutuhan sarana, keterlambatan pengiriman sarana baru, serta penurunan kualitas sarana baru. Dengan akuisisi ini, KAI akan mendapatkan keuntungan peningkatan keandalan saraan kereta api serta ketepatan waktu pengerjaan.

Sementara di sisi INKA, KAI mengatakan keuntungan yang diperoleh adalah kepastian pesanan sarana serta restrukturisasi finansial dan kepastian pendapatan perusahaan.

KAI mengambil sejumlah role model akuisisi manufaktur sarana oleh operator. Seperti akuisisi Tokyu Car Corporation oleh JR East menjadi JTREC di Jepang dan akuisisi Transmashholding oleh RZD di Rusia.

Pelepasan perjalanan perdana rangkaian E235 di Jalur Yokosuka-Sobu | Foto: Tetsudo Shimbun

Meskipun dari penelusuran Tim REDaksi, diketahui RZD tidak pernah mengakuisisi Transmasholding. Yang ada hanyalah akuisisi pabrikan Metrowagonmash yang merupakan spesialis manufaktur kereta metro oleh Transmasholding yang merupakan spesialis sarana kereta berat. Akuisisi Transmashholding oleh RZD sendiri adalah pembelian blocking share.

Selain itu, akuisisi Tokyu Car Corporation oleh JR East menjadi JTREC membuat kemampuan ekspor pabrik mengalami penurunan. Tercatat JTREC saat ini hanya mengekspor produk ke Tailan dan Filipina, serta terlibat dalam konstruksi KRL INKA iE305. Hal ini kontras dengan era Tokyu Car di mana perusahaan ini mengekspor kereta ke Irlandia, Taiwan, Amerika Serikat, Singapura, bahkan Indonesia.

Selain itu, KAI juga mengambil role model dari Tiongkok di mana Pemerintah Tiongkok mewajibkan pengadaan sarana kereta dilakukan satu pintu melalui CRRC sehingga membuat pabrikan dapat melakukan kerjasama dengan pabrikan luar seperti Bombardier dan Siemens serta mendapatkan transfer teknologi dari pabrikan luar seperti dengan Kawasaki Heavy Industry dan Alstom.(RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses