Berita KAIndonesiaKereta Api

KNKT Ungkap Kronologi Awal Tragedi Bekasi Timur

Rangkaian CLI-125-4008 saat melintas di samping bangkai kereta 6024 di Stasiun Bekasi Timur | Foto: Rilis KAI

REDigest.web.id, 22/5 – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap kronologi awal tabrakan antara KA 4 Argo Bromo Anggrek dengan KA 5568A Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada April lalu.

Hal tersebut diungkap dalam rapat dengar pendapat di DPR RI pada Kamis (21/5) siang. Rapat dengar pendapat ini juga dihadiri oleh perwakilan Kemenhub, KAI, KAI Commuter, dan KORLANTAS POLRI. Kronologi dimulai ketika KA 5568A Commuter Line Cikarang tiba di Stasiun Bekasi pada pukul 20.33.

KA 5568A Commuter Line Cikarang berhenti di Bekasi selama 12 menit menunggu disusul KA 116 Sawunggalih yang berangkat dari Bekasi pada pukul 20.38. Pada pukul 20.45, KA 5568A Commuter Line Cikarang diberangkatkan dari Bekasi menuju Bekasi Timur.

Pukul 20.48 KA 5568A Commuter Line Cikarang tiba di Stasiun Bekasi Timur dan melakukan aktifitas naik turun penumpang seperti biasanya. Di saat yang bersamaan, KA 5181 Commuter Line Angke bertabrakan dengan taksi listrik di perlintasan Bekasi Timur.

Warga yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian membuat KA 5568A tertahan di Bekasi Timur. Pukul 20.50, KA 4 Argo Bromo Anggrek melintas langsung Bekasi dengan aspek sinyal hijau pada sinyak keluar stasiun (J12).

2 menit kemudian pada pukul 20.52, tabrakan antara KA 4B Argo Bromo Anggrek dengan KA 5568A Commuter Line Cikarang terjadi.

Paparan kronologi Tragedi Bekasi Timur di DPR oleh KNKT | Foto: tangkapan layar TV Parlemen

Ketua KNKT juga menjelaskan yang memberikan aspek hijau di Stasiun Bekasi adalah PPKA Stasiun Bekasi sendiri bukan dari Pusat Kendali (PUSDAL).

Dari data log lokomotif CC2061386 yang menghela KA 4B Argo Bromo Anggrek saat kejadian, KA 4B Argo Bromo Anggrek sudah melakukan pengereman mulai dari 1 kilometer sebelun tabrakan terjadi.

Hasil simulasi persinyalan oleh KNKT | Foto: tangkapan layar TV Parlemen

Dalam investigasi yang dilakukan juga terungkap fakta bahwa KA 5568A Commuter Line Cikarang dan KA 4 Argo Bromo Anggrek menggunakan kanal radio yang berbeda. KA 5568A menggunakan kanal S.27 atau PK Selatan sementara KA 4 menggunakan kanal S.1 atau PK Timur. Yang mana jika informasi dari S.27 hendak disampaikan ke S.1 ataupun sebaliknya harus memberitahukan kepada chief lalu diteruskan ke kanal selanjutnya.

Selain itu, PK Timur hanya meminta KA 4 Argo Bromo Anggrek untuk mengurangi kecepatan dan sesering mungkin memberikan semboyan 35 karena belum mendapatkan informaai terkini mengenai kondisi ruang bebas KA (prepal) di lintas hulu dan hilir.

Saat ini KNKT tengah menyelediki penyebab mengapa sinyal keluar Stasiun Bekasi (J12) dapat memberikan aspek hijau sementara sinyal blok (B104 – sebelum Bekasi Timur) masih memberikan aspek merah. (RED/BTS)

Ikuti kami di WhatsApp dan Google News

Tinggalkan komentar...

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses