Ulasan Film Fiksi Metro (MRT) di Rusia: KKA Akibat Banjir Bandang di Dalam Terowongan Bawah Tanah
Poster film Metro yang dirilis pada 2013 | Foto: ITN Movies
Identitas
Judul Film: Metro
Asal Negara: Rusia
Sutradara: Anton Megerdichev
Genre: Drama, bencana
Tahun Rilis: 2013
Pemeran: Sergey Puskepalis, Anatoly Bely, Svetlana Khodchenkova, Anfisa Visitintauzen
Orientasi
Film ini mengisahkan dampak buruk proyek pembangunan di atas tanah yang merusak struktur fondasi jalur kereta metro yang ada di bawah permukaan sungai. Dasar sungai kemudian runtuh dan menghancurkan terowongan kereta metro. Air yang awalnya hanya menetes namun dalam hitungan hari berubah menjadi air bah yang mengalir deras ke dalam terowongan.
Tafsiran
Film diawali dengan kisah drama hubungan keluarga antara dua pemeran utama yakni istri yang selingkuh dan seorang suami family man. Di sisi lain, diceritakan juga pemeran figurannya yakni pekerja jalan rel yang melihat adanya bocoran air pada terowongan jalur Metro.
Pekerja itu sudah mencoba menghubungi petugas persinyalan mengenai kondisi yang terjadi pada petak Stasiun Metro Sadovaya – Stasiun Metro Park Kulture. Namun, ia selalu mendapat respon yang cenderung menyepelekan dari para petugas persinyalan. Tidak putus asa, petugas jalan rel itu mencoba mempengaruhi pekerja di depot KRL metro mengenai kebocoran itu namun lagi-lagi ia kembali disepelekan.
Ia kemudian bertemu kawannya di depan Stasiun Metro Sadobaya dan mengajak kawannya meminum sampel air yang diambilnya dari bocoran. Polisi mengira mereka akan bermabuk ria di tempat umum dan akhirnya polisi menangkap pekerja jalan rel itu, menahannya, dan tidak mau mendengarkan keterangannya terkait kebocoran terowongan. Adapun kawan pekerja yang juga dituduh mabuk itu melarikan diri ke stasiun dan menaiki kereta metro.
Di suatu pagi, suami pemeran utama mengantar anaknya berangkat ke sekolah menggunakan layanan metro. Kereta yang mereka naiki dijalankan oleh masinis bertubuh besar yang mengoperasikan metro sambil bersantai ria, makan-makanan ringan sambil meluruskan kakinya ke atas meja layan kabin. Ketika kereta akan melewati sisi terowongan yang bocor, masinis itu langsung kaget karena tiba-tiba ada air banjir yang mengarah ke keretanya.
Rem darurat langsung diaktifkan oleh masinis. Fatal, kereta metro yang berjalan dengan kecepatan tinggi menjadi berkelak-kelok di dalam terowongan dengan bodi membentur-bentuk tembok terowongan. Upaya yang dilakukan masinis sia-sia karena tidak berhasil mencegah kereta dihantam air deras. Akhirnya kereta menabrak aliran air deras dan masinis tewas seketika.
Naas, Kecelakaan Kereta Api (KKA) itu kemudian mempertemukan suami, anak, dan selingkuhan istrinya karena mereka berada di dalam rangkaian kereta metro yang sama. Bersama penumpang lainnya, mereka mencoba menyelamatkan diri dari KKA yang terjadi akibat banjir dari jebolnya terowongan yang terletak di bawah aliran sungai.
Banyak korban dalam insiden itu. Ada yang meninggal di dalam kereta dan ada juga yang meninggal akibat berjalan di rel kereta api yang mana sudah digenangi air dengan Listrik Aliran Bawah (LAB) yang menyala.
Ada pula mereka yang selamat karena berjalan menuju Stasiun Metro Sadovaya meski badan lebam penuh luka. Oleh karenanya, isu KKA metro menjadi isu nasional dan Tim SAR dikerahkan untuk menolong korban yang tersisa di terowongan.
Evaluasi
Film ini gagal menggambarkan bagaimana sistem metro alias layanan kereta api bawah tanah. Mereka langsung memulainya dengan adegan pekerja rel yang menemukan adanya bocoran di terowongan. Bagi orang yang belum pernah menaiki metro atau MRT, hal ini akan sangat membingungkan untuk dipahami.
Puncak terjadinya peristiwa juga terlalu awal. Tidak dijelaskan mengapa pembangunan di atas tanah dapat begitu merusak struktur fondasi jalur metro yang letaknya ada di bawah permukaan sungai. Hanya ditampilkan adanya pekerjaan pembangunan dan kemudian disorot adanya retakan pada dinding terowongan jalur metro.
Kemudian film juga tidak menjelaskan di mana letak Stasiun Metro Sadovaya pada Jalur Lingkar Metro (кольцевая линия) dan ke mana arah Stasiun Metro Park Kulture dan Stasiun Metro Kievskaya. Bahkan penulis sampai harus membayangkan Jalur Lingkar Metro di Moskow untuk dapat membayangkan arah jalannya kereta.

Stasiun Metro Sadovaya penulis bayangkan menjadi Stasiun Moskow Metro Aktyaberskaya karena Stasiun Metro Aktyaberskaya, Stasiun Metro Park Kulture dan Stasiun Metro Kievskaya memang ada di Moskow. Ketiganya pun letaknya ada di Jalur Lingkar Metro dengan urutan searah jarum jam “Stasiun Moskow Metro Aktyaberskaya > Stasiun Moskow Metro Park Kulture > Stasiun Moskow Metro Kiesvskaya”.
Penulis ingin menggarisbawahi, intinya dari segi teknis perkeretaapian, film ini memang membingungkan meski armada yang dipakai selalu konsisten yakni Nomernoy (номерной) alias Metrowagonmash 81-717/714. Nomernoy adalah legenda metro era Uni Soviet yang masih dapat dijumpai di Moskow sampai hari ini.
Kesimpulan
Jika anda ingin mengetahui garis besar bentuk arsitektur stasiun Metro di Moskow, desain kereta yang digunakan, dan tampilan sisi dalam terowongannya maka film ini layak ditonton. (RED/AFD)
